Serunya Mini Reuni di Pondok Cabe

16 September 2015. Di tanggal itu saya secara resmi bergabung ke grup WhatsApp alumni SMA. Tidak ada perasaan yang gimana-gimana, apalagi firasat apa-apa. Namun, apa yang terjadi beberapa hari kemudian, sungguh di luar perkiraan saya. Bermula dari sekadar berbincang ringan sana-sini sembari mengingat raut wajah teman seisi grup, eh…, lha kok akhirnya pembicaraan kami pun mengerucut serius: REUNI.

Reuni?

Ide itu muncul dari teman kami, Hari Wibowo. Sepertinya Hari yang sering bolak-balik Jogja-luar kota itu memang butuh refreshing. Saya sebagai penghuni tetap Jogja, ikut ngompori dong, seperti biasa, hahaha.

“Ayooo, kita ketemuan, mumpung long wiken nih!”

Gayung bersambut. Rupanya teman-teman lain yang berdomisili di Jogja menanggapi positif ide itu. Jadilah, Dita—salah satu admin grup—ditunjuk sebagai EO dadakan. Iya, Dita kan memang lebih sering kulineran sana-sini. Cuma, dia rada mikir juga mau ketemuan di mana 15-an orang. Yang jelas, tempatnya harus luas dan lokasinya tidak jauh-jauh dari Jogja bagian tengah.

Sambil menunggu Dita memperoleh wangsit, saya ingat sesuatu. Kan ada OpenSnap?! Kenapa saya gak coba jelajah restoran yang ada di sekitaran Jogja tengah?

ini dia aplikasi OpenSnap! :D
ini dia aplikasi OpenSnap! 😀
jelajah resto sesuai kota dengan OpenSnap
jelajah resto sesuai kota dengan OpenSnap

Tunggu, apa itu OpenSnap? OpenSnap adalah aplikasi mobile untuk berbagi foto makanan dengan cara sederhana dan menyenangkan. Bahkan pengguna yang newbie macam saya pun bisa dengan mudah menggunakan aplikasi ini. Tinggal pasang aplikasinya dan mainkan! Asyiknya lagi, gak cuma di Indonesia, aplikasi ini setidaknya telah memiliki lebih dari satu juta informasi resto di 9 negara. Wow!

Yang unik, tidak hanya mengunggah dan berbagi foto makanan saja. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan feature Map View. Feature inilah yang membantu saya menjelajah restoran ciamik sesuai dengan kota tempat saya berdomisili.

Tentu saja, ini penting kaitannya dengan rencana reuni. Dengan OpenSnap akhirnya saya kantongi juga satu alternatif restoran. Ini dia! Pondok Cabe, berlokasi di Jalan C. Simanjuntak. Dari info yang tertera, ‘family gathering’, bisa dikatakan resto ini pas buat acara reuni kami.

cari lokasi lebih gampang dengan feature Map View
cari lokasi lebih gampang dengan feature Map View

Sebentar, sepertinya gak asing kalau dilihat dari fotonya? Ah, iya, beberapa tahun silam saya pernah diundang ke acara buka bersama dan makan siang di restoran ini. Maklumlah kalau lupa-lupa-ingat, saya jarang sekali makan di luar. Lebih seringnya saya mencoba resep di rumah sambil belajar memotret. Itu sebabnya di profil, bagian yang lebih sering saya isi adalah menu makanan rumahan.

Well, siapa tahu dengan aplikasi OpenSnap ini, saya jadi lebih berani nyoba jajan kuliner ini-itu di luar rumah. Iya, kan selain Map View, OpenSnap dilengkapi juga dengan feature Social Visited. Saya akan lebih mudah kepo sana-sini mana itu menu restoran yang banyak digemari di Jogja. Okesip! 😀

Lha, terus, apa kabar mini reuni kami?

Gegara saya sibuk dan gak sempat nengok WA (meski notifnya bunyi berkali-kali) *duuh, saya ketinggalan cerita. Tapi, syukurlah, ternyata Dita mendapat wangsit yang serupa dengan saya, meski pada awalnya dia keliru sebut nama resto hihihi. Pun pada akhirnya terkoreksi juga: Pondok Cabe, ya bukan yang lain! 😆

Maka, diputuskanlah untuk ber-mini reuni pada Sabtu petang, 26 September 2015. Tantri yang mengajukan diri untuk booking tempat. Secara, tempat kuliahnya paling dekat dengan lokasi. 😀

***

Sabtu petang, 26 September 2015

Lepas sholat Magrib saya meluncur ke kota. Setibanya di Pondok Cabe, saya langsung menuju frontdesk. Apa lagi kalau bukan bertanya lokasi meja. Soalnya sedari Magrib tiba, belum ada seorangpun yang mengkonfirm sudah sampai di tempat.

Seorang waiter menjawab sembari menunjuk ke arah meja lesehan nomor 29.

“Di sebelah sana, Mbak. Belum ada yang datang.”

Tuh, kan, benar!

Saya pun menuju meja yang ditunjuk. Menunggu.

menunggu di bawah temaram Pondok Cabe *krik krik krik*
menunggu di bawah temaram Pondok Cabe *krik krik krik*

Lima menit berlalu, Tantri datang. Disusul kemudian Yuni dan si kecil Namira. Rahma dan Wuri datang juga. Lalu, Ferdian, serta Amel dan jagoan kecilnya, Satria. Dita, Donavin, Eis, dan Tami datang agak akhir. Sayangnya, si pengusul acara malah urung datang. Iya, Hari pamit karena gadis kecilnya, Kirana, sedang agak demam. Siti berkabar juga, ia sakit dan harus dirawat jalan. Selain mereka, Wahyu dan Rini juga gak bisa datang. Sayang sekali. Tapi, apa boleh buat?

O ya, bagaimana suasana mini reuni?

Seru dan hidup. Seolah menyemarakkan temaramnya ruangan Pondok Cabe di malam Minggu itu. Saya melihat lagi raut wajah gembira dan tawa yang dulu pernah saya lihat di era 2000-an awal. Gak terasa, hampir 15 tahun kami lulus dari SMA. Wajah-wajah masa lalu yang cupu tiba-tiba membayang, sejalan dengan banyaknya obrolan konyol soal masa silam.

pilihan menu di Pondok Cabe
pilihan menu di Pondok Cabe
suasana mini reuni di awal jumpa (foto oleh Ferdian)
suasana mini reuni di awal jumpa (foto oleh Ferdian)
suasana mini reuni sesaat sebelum pulang (foto oleh Ferdian)
suasana mini reuni sesaat sebelum pulang (foto oleh Ferdian)

Ah, nuansa putih abu-abu memang seru. Apalagi ditambah dengan menu makan malam dari Pondok Cabe. Nendang! Pantaslah kiranya jika saya menghabiskan beberapa menu malam itu: nasi putih, seporsi karedok, seporsi trancam, 2 buah tempe bakar, 2 buah tahu bakar, dan jus tomat (tanpa gula, tanpa es). Tandas, hingga suap terakhir. Enak, sih! 😀 Cuma, sayang, saking asyiknya ngobrol, jadi lupa memfoto menu pesanan saya hehehe. 😆

Well, saya berharap, semoga silaturahmi ini tetap akan terjalin ke depannya. Kami punya banyak kisah di masa-masa itu. Secara tidak langsung, karena OpenSnap juga, kami bisa ber-mini reuni kemarin. Mudah-mudahan lain kesempatan, mini reuni bisa dilaksanakan juga di resto lain hasil rekomendasi OpenSnap. Pokoknya, gak nyesal saya pasang aplikasi ini di ponsel. Saya sematkan empat bintang untuk aplikasi ini. Cakep wis.

ulasan saya di Play Store dan akun saya di OpenSnap: bubuphie
ulasan saya di Play Store dan akun saya di OpenSnap: bubuphie

Jadi, tunggu apa lagi, Sahabat? Segera pasang aplikasi OpenSnap ini di androidmu, ya! … dan, ingat untuk unggah foto makananmu. Jangan lupa, kasih hashtag nama saya: #bubuphie. Kan, biar saya juga bisa follow balik, gitu hehehe. Oke? Happy culinaring, Everybody. 😉 😀

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *