Ber-eduwisata di Museum Gunung Api Merapi

Ada berapa banyak sih tempat rekreasi di Sleman? Banyak, tergantung mau berwisata yang seperti apa hehehe. Wisata alam, ada. Wisata budaya dan sejarah, ada. Agrowisata, ada. Eduwisata, juga ada. Tinggal jeli-jelinya kita mau nyempil lewat jalan yang mana.

Rata-rata warga Sleman sangat kreatif menghibur diri di akhir pekan. Mbok mau kantong sedang cekak atau tebal, ada saja wis yang bisa dikerjakan sekadar untuk me-refresh diri dan keluarga. Jadi, jangan pernah membayangkan bahwa berwisata di Sleman itu harus selalu mewah dan mahal. Kadangkala hanya semacam jalan-jalan sore, jogging, mampir jajan, belanja ke pasar tradisional, atau bersepeda keliling daerah persawahan; sudah cukup membuat hati senang. Sederhana, kan?

Fyi, sampai tahun 2013 lalu ada setidaknya 13 desa wisata di Sleman yang telah siap menerima kunjungan turis domestik maupun manca. Berminat? Silakan cek dulu peta desa wisata di Sleman berikut ini.

lokasi desa wisata di Sleman (sumber: Desa Wisata Sleman)
lokasi desa wisata di Sleman – klik untuk memperbesar (sumber: Desa Wisata Sleman)

Nah, untuk jenis wisata lain yang ‘agak berat’—sesuai dengan judul—kali ini saya akan membahas tentang eduwisata di Sleman. Kalau Sahabat sudah sering mendaki Merapi; maka sebaiknya tidak melewatkan untuk singgah di museum ini. Dijamin banyak ilmu yang bakal kita peroleh. Ya, mari berkunjung ke Museum Gunung Api Merapi! 😀

Museum Gunung Api Merapi (MGM) terletak di Dusun Banteng, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem. Meski tidak terletak di tepi Jalan Kaliurang, tidak sulit untuk mengakses lokasi MGM. Dari pusat kota Jogja, berkendaralah ke utara, ke arah Jalan Kaliurang. Ikuti terus Jalan Kaliurang hingga Pantiasih, lalu belok kiri di pertigaan Oasis Disaster. Sekira 500 m, kita akan menjumpai plang besar bertuliskan petunjuk arah tepat di perempatan Jalan Boyong. Ikuti saja petunjuk arah tersebut dan … taraaa… sampailah kita di MGM.

bangunan unik MGM

Dalam sekali pandang, kita akan dibuat terpesona oleh bentuk bangunan museum ini. Unik dan lain daripada yang lain karena merupakan perpaduan dari beberapa bentuk bangun tiga dimensi.

Museum ini diresmikan pada tahun 2010. Berdiri di lahan seluas 3,5 hektare, dengan luas bangunan sekitar 4.470 meter persegi. MGM  juga dilengkapi dengan taman, area parkir, dan plasa. Dengan mengusung slogan  ‘Museum Gunung Api Merapi, Merapi Jendela Bumi’; keberadaannya ditujukan sebagai sarana penyampaian informasi kepada publik, terutama masyarakat yang bersinggungan dengan gunung api. Informasi tersebut di antaranya (dikutip dari website Pemkab Sleman):

  1. Informasi ilmiah kegunungapian, kegempaan, dan gerakan tanah yang merupakan proses dinamika geologi; dicerminkan di antaranya dalam informasi model pembentukan, mekanisme terbentuknya maupun proses-proses yang menyertai.
  2. Informasi fenomena gunung api terbentuk sebagai hasil proses-proses geologi, yang tampil di permukaan bumi, di antaranya berupa bentang alam, struktur geologi, produk hasil letusan gunung api, dan produk-produk hasil proses lainnya.
  3. Informasi mitigasi bencana gunung api, gempa bumi, tsunami, gerakan tanah yang ditampilkan dalam bentuk informasi sistem monitoring, penelitian dan pengamatan, sistem peringatan dini, dan upaya mitigasi bencana; di antaranya menyangkut sistem penyelamatan masyarakat terhadap ancaman bahaya letusan gunung api, kegempaan dan gerakan tanah.
  4. Informasi sumber daya gunung api, sebagai potensi yang dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat, pengembangan infra-struktur dan lainnya.
  5. Informasi aspek sosial budaya, di antaranya menyangkut kehidupan, budaya/tradisi, mitos dan lainnya yang berkaitan dengan lingkungan dan keberadaan suatu gunung api.

Ingin membuktikan apa kata Pemkab Sleman? Yuk, kita masuk!

loket MGM
beli tiket dulu

MGM geologi

gunung api di dunia, Merapi, dan batuannya

pos pengamatan merapi dari masa ke masa

pojok mitigasi bencana
pojok mitigasi bencana

Di lantai dua, kita bisa menikmati juga teater mini berdurasi 24 menit. Film yang diputar adalah film dokumenter mengenai Merapi, berjudul ‘Mahaguru Merapi’. O ya, tiket masuk dengan tiket teater ini berbeda. Pastikan membeli keduanya saat di loket masuk agar tidak bolak-balik.

Kalau saya pribadi, lebih memilih berkeliling dulu di lantai satu, baru kemudian melanjutkan ke lantai dua. Tapi, itu pun tergantung dengan jadwal pemutaran filmnya.

Setelah puas berkeliling, kita bisa beristirahat di plasa; atau ngadhem di mushola yang terletak di sebelah timur museum. Sayangnya, saat terakhir kali saya ke sana, masih ada tumpukan sampah dan beberapa bagian dari museum yang mesti diperbaiki di bagian samping dan belakang.

gundukan sampah MGMMudah-mudahan kekurangan ini segera disadari dan diperbaiki oleh pengelola museum, sehingga ke depannya pengunjung pun lebih merasa nyaman singgah di MGM.

Jadi, bagaimana? Tertarik menikmati akhir pekan di Sleman? Ingat untuk ber-eduwisata di MGM, ya!

0 thoughts on “Ber-eduwisata di Museum Gunung Api Merapi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *