Ardiba Sefrienda

Momblogger Nekat Itu Bernama Ardiba Sefrienda

Kalau ada yang meminta saya untuk menunjuk salah satu sosok momblogger pembelajar, masih muda, berlatar belakang ilmu teknologi pertanian, berprinsip go green, dan giat berinvestasi, dia pastilah Ardiba Rakhmi Sefrienda. Mak Diba, begitu ia sering disapa oleh anggota Blogger Cantik Jogja. Belum lama ini ia diterima menjadi bagian dari lembaga riset nasional yang berkantor di Gunungkidul. *Selamat dan sukses selalu, Diba! 😀

Yang membuat saya salut, pencapaian tersebut justru menjadi tantangan tersendiri untuk Diba mengingat ia dalam kondisi usai melahirkan dan harus meninggalkan Fafa, the second new-baby-born-nya, untuk diklat beberapa hari di luar kota. Membaca diary-nya di www.ardiba.com, di situ Diba menekankan bahwa menjadi ibu bekerja bukan alasan untuk tidak memberi ASI ekslusif. Prinsip itu pula yang membuat ia rela berpayah-payah mengirim ASI perah dari ibukota ke Jogja. Bisa? Bisa banget! Well, daripada ragu-ragu, silakan Sahabat mampir deh ke blogpost-nya “Tips Mengirim ASIP dari Jabodetabek ke Luar Kota” dan simak baik-baik kiat yang ia lakukan demi menjaga kiriman ASIP untuk baby Fafa selamat sampai di tujuan.

Apa yang dilakukan Diba tentunya tak lepas dari tekadnya yang kuat (baca: nekat). Selain sebagai pejuang ASI, prinsip ini juga ia wujudkan dalam hal-hal terkait lingkungan hidup. Ya, Ardiba juga seorang mommy go green (kalau boleh saya istilahkan begitu). Kisahnya tentang menjaga kelestarian hutan, sampai soal menstrual cup membuat saya semakin salut dengan Diba.

Eh, sebentar, menstrual cup?

Ya, menstrual cup; semacam cangkir untuk menampung darah menstruasi, terbuat dari silikon. Meski harganya jauh lebih mahal dari pembalut sekali pakai, ia memilih memakai menstrual cup sebagai pengganti karena ramah lingkungan (tidak perlu lagi menyampah dan satu cup-nya bisa digunakan rata-rata hingga 10 tahun). Ngomong-ngomong, baru-baru ini saya tengok harga menstrual cup di toko sebelah, paling murah €15.90 tapi bayarnya harus pakai PayPal; harga di toko sebelahnya Rp500 ribu-an belum termasuk ongkir. Hmm, tapi harga sekian kalau bisa digunakan sampai 10 tahun, ya, murahlah. Harga itu berarti sudah termasuk ongkos free guilty feeling lantaran menggunduli hutan dan membuang sampah. Hahaha.

O ya, Saya sendiri sampai saat ini baru sampai level memakai pembalut kain. Meski begitu, sudah lamaaa saya ingin beralih ke menstrual cup; sayangnya benda ini belum lazim digunakan perempuan di Indonesia. Alasan lain dan terpenting: saya belum menikah, masih single and available. Menurut tayangan Dr. OZ Indonesia, perempuan belum menikah tidak direkomendasikan menggunakan menstrual cup. Nantilah kalau sudah menikah dan aktif secara seksual, baru deh boleh memakai. *Jadi kapan kamu nikah, Phie? #eh 😆

Ok, skip!

Selain sosok mommy go green, seperti sudah saya singgung di awal tulisan ini; mak Diba juga pembelajar di bidang investasi. Silakan dolan ke blog duit-nya di www.investasiemak.com. Di situ Diba banyak mengulas tentang proses belajarnya di dunia investasi. Saya kadang mampir juga untuk belajar seperti apa Diba memulai mengenal dunia saham, terutama saham syariah. Memang ya, belajar tentang manajemen uang dan investasi itu penting. Jangan sampailah menyesal kelak di kemudian hari karena tidak disiplin mengelola uang.

*Trims sudah berbagi segala hal tentang proses belajarmu, Diba.

Sekian #NgrasaniBlogger bernama Ardiba Sefrienda ini, semoga bermanfaat dan jangan lupa mampir ke sini lain kesempatan. Happy weekend, Pals! 😉

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *