Bikin Biodegradable Seedling Pot, Yuk!

Halo, Sahabat! Akhir pekan ini saya punya proyek baru di rumah. Tema utamanya adalah biodegradable seedling pot. Semua bermula dari keresahan hati saya melihat tumpukan kertas bekas di kamar, di ruang redaksi, di mana-mana. *duh!

Sepertinya takdir saya memang tak jauh-jauh dari kertas, yaa. 😆 Oleh sebab itulah, sebelum saya dihantui oleh tumpukan kertas bekas, saya harus segera bertindak. Setelah sekira seminggu mencari segala macam inspirasi gardening hacks di YouTube, akhirnya ide pun muncul. Alhamdulillah. 😀

Thanks to Crouton Crackersjacks dan GrowVeg. Dua video dari kanal inilah yang membikin saya bulat niat untuk mengakhiri segala derita dihantui kertas bekas memperpanjang masa pakai dan fungsi kertas. Kalau biasanya, kertas bekas berakhir di tukang loak atau tengkulak kertas; dengan cara ini saya dapat mempercayakan segala hal yang tertulis plus rahasia apapun bentuknya kepada ibu pertiwi. *aih, bahasa saya. 😛

Pada awalnya, saya pikir pengerjaan ide ini akan membosankan dan makan waktu; tapi ternyata tidak juga. Saya justru menikmatinya. Dengan alat-alat sederhana yang tersedia di rumah, semua lancar jaya.

Okay. Jadi, apa saja yang diperlukan untuk membuat biodegradable seedling pot ini? 

 

Alat dan bahan:

Setumpuk kertas bekas (pastikan bukan coated paper/kertas yang dilaminasi, ya)
Gunting kertas
Duck tape/masking tape (selotip berbahan kertas, sesuai tujuannya: biodegradable 😉 )

 

Cara membuat:

  1. Ambil satu lembar kertas lalu lipat secara membujur sehingga terbentuk persegi panjang.
  2. Pertemukan kedua sisi yang lebih pendek, lalu sisipkan sekira 1 cm salah satu sisi ke dalam lipatan sisi lain sehingga terbentuklah tabung terbuka.
  3. Lekatkan sisipan di bagian atas dan bawah dengan duck tape.
  4. Pipihkan tabung terbuka sehingga menyerupai kubus/prisma dengan empat sudut. Fungsi pemipihan ini untuk memudahkan proses menggunting.
  5. Gunting di keempat sudut sekira 1 cm.
  6. Lipat keempat bagian tadi dengan posisi saling tindih
  7. Lekatkan dengan duck tape sehingga bagian bawah pot tertutup rapi.
  8. Voila, jadilah biodegradable seedling pot! 😀

biodegradable seedling pot

 

Keuntungan Menggunakan Biodegradable Seedling Pot 

Dibanding menggunakan polybag biasa yang terbuat dari bahan plastik, ada beberapa keuntungan menggunakan seedling pot kertas ini, di antaranya:

  1. Ramah lingkungan. Karena terbuat dari bahan-bahan yang dapat terurai secara alami, saya tidak perlu lagi menyampah. No more plastic waste, yeay!
  2. Praktis. Setiap kali melakukan pindah tanam, saya tak perlu lagi membuka pot. Tinggal bikin lubang, masukkan bibit beserta seedling pot-nya lalu ditanam.
  3. Hemat. Siapa sih yang tidak suka kalau bisa berkebun dengan hemat? Dengan membikin seedling pot ini, saya tak perlu membeli polybag lagi untuk keperluan pembibitan penghuni baru kebun Buphielonia. Anggarannya bisa dialihkan untuk keperluan lain.
  4. Bonus karbon untuk bumi. Kertas merupakan produk olahan dari pohon. Kalau kita menggunakan seedling pot kertas, bisa dibilang sama seperti mengembalikan kandungan karbon yang sudah terambil dari bumi. Meskipun kandungannya tidak seberapa, setidaknya sudah ada usaha untuk melakukannya. Iya, kan? 😉

Nah, dari proses pengerjaan kemarin saya sudah memiliki cadangan seedling pot untuk biji jeruk nipis yang saat ini sedang proses pembenihan atau juga untuk calon penghuni kebun Buphielonia lainnya.

Well, sekian postingan kali ini. Semoga ide biodegradable seedling pot ini bermanfaat. Kalau ada ide lain dari Sahabat terkait tema memperpanjang masa pakai kertas, boleh dibagi lho di kolom komentar.

Happy weekend, Pals! 😉

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *