Kanker serviks? Apa itu? Ilustrasi berikut ini semoga bisa membuat kita semakin mengerti betapa penting mengetahui seperti apa kanker serviks hubungannya dengan perempuan.
Aturan baca:
- Sebelum melanjutkan (disarankan) membaca istighfar dan menjauhkan rasa jijik atau berpikir tulisan ini tabu.
- Silakan meneruskan membaca bila Anda berusia setidaknya 17 tahun
- Anda yang merasa pria, tidak ada kelirunya ikut membaca
***
Kanker serviks merupakan jenis kanker yang paling banyak nomor tiga di dunia. Bahkan di Indonesia saja, setiap satu jam seorang wanita meninggal karena kanker ini. Kanker servik disebut juga “silent killer” karena perkembangan kanker ini sangat sulit dideteksi. Perjalanan dari infeksi virus menjadi kanker membutuhkan waktu cukup lama, sekitar 10-20 tahun. Proses ini seringkali tidak disadari hingga kemudian sampai pada tahap pra-kanker tanpa gejala. Oleh karena itu pengertian kanker serviks mutlak dipahami oleh kaum wanita di Indonesia.
Penyebab utama kanker serviks adalah infeksi Human Papilloma Virus (HPV atau virus papiloma manusia). Sekitar 70% kejadian kanker serviks merupakan akibat dari HPV 16 dan HPV 18. Awalnya sel kanker berkembang dari serviks / mulut rahim yang letaknya berada di bawah rahim dan di atas vagina. Oleh sebab itu kanker serviks disebut juga kanker leher rahim atau kanker mulut rahim. Di mulut rahim ada dua jenis sel, yaitu sel kolumnar dan sel skuamosa. Sel skuamus ini sangat berperan dalam perkembangan kanker serviks. Lihat gambar di bawah untuk mendapat gambaran tentang stadium kanker serviks:

Kanker serviks dapat terjadi jika infeksi HPV tidak sembuh dalam waktu yang lama. Apalagi dengan sistem imun atau kekebalan tubuh yang rendah, infeksi akan mengganas dan menyebabkan sel kanker. Virus ini dapat menyebar melalui sentuhan: misalnya, ada virus HPV di tangan Anda, lalu Anda menyentuh daerah genital, maka daerah serviks Anda dapat terinfeksi. Atau bisa juga dari kloset di WC umum yang sudah terkontaminasi virus (jadi sebelum duduk, Anda harus selalu membersihkan dengan alkohol). Selain itu, ada sejumlah faktor risiko atau penyebab kanker serviks:
- Wanita berusia di atas 40 tahun lebih rentan terkena kanker serviks. Semakin tua maka semakin tinggi risiko.
- Faktor genetik tidak terlalu berperan dalam terjadinya kanker serviks. Namun hal ini bukan berarti jika keluarga Anda bebas kanker serviks maka Anda tidak akan terkena! Anda harus tetap berhati-hati dan melakukan tindakan pencegahan.
- Hubungan seksual di usia yang terlalu muda, berganti-ganti partner seks, atau berhubungan seks dengan pria yang sering berganti pasangan. Virus HPV dapat menular melalui hubungan seksual. Seandainya seorang pria berhubungan seks dengan seorang wanita yang menderita kanker servik, kemudian pria tersebut berhubungan sex dengan Anda, maka virus HPV dapat menular dan menginfeksi Anda.
- Memiliki terlalu banyak anak (lebih dari 5 anak). Pada saat Anda melahirkan secara alami, janin akan melewati serviks dan menimbulkan trauma pada serviks, yang dapat memicu aktifnya sel kanker. Semakin sering janin melewati serviks, semakin sering trauma terjadi, semakin tinggi resiko kanker serviks.
- Keputihan yang berlangsung terus-menerus dan tidak diobati. Ada dua macam keputihan, yaitu normal dan tidak normal. Pada keputihan yang normal, lendir berwarna bening, tidak bau dan tidak gatal. Jika salah satu dari ketiga syarat tersebut tidak terpenuhi, artinya keputihan Anda tidak normal. Segera konsultasi dengan dokter!
- Membasuh atau membersihkan genital dengan air yang tidak bersih, misalnya air sungai atau air di toilet umum yang tidak terawat. Air yang kotor banyak mengandung kuman dan bakteri.
- Pemakaian pembalut wanita yang mengandung bahan dioksin (bahan pemutih yang dipakai untuk memutihkan pembalut hasil daur ulang dari barang bekas).
- Daya tahan tubuh yang lemah, kurangnya konsumsi vitamin C, vitamin E dan asam folat. Kebiasaan merokok juga menambah risiko kanker serviks.
sumber dari sini
***
Hmm, saya merinding membaca ilustrasi yang saya cuplik dari KankerServiks.org tersebut :(. Namun, perasaan ngeri, khawatir, ketakutan saja tidak cukup. Kita perlu mengambil posisi dalam “memerangi” si pembunuh yang satu ini, terutama bila Rekan sekalian seperti saya: seorang perempuan.
Karena saya masih saja penasaran, maka saya pun berjalan-jalan ke situs Yayasan Kanker Indonesia. Nah, menurut panduan yang saya unduh di sini, saya akhirnya tahu bahwa agar tidak terlambat perlu langkah-langkah antisipasi. Salah satunya dengan Pap Smear test.
Pap smear? Saya pertama kali mendengar istilah asing ini dari ibu. Beliau sudah beberapa kali melakukan pap smear dan misal ada anak-anak KKN di kampung tanpa basa-basi beliau mengutarakan ide,
“Coba Mbak mengusahakan pap smear untuk ibu-ibu di sini..”
Masih penasaran? OK, berikut ini gambar sederhana tentang proses pengambilan lendir pada saat pemeriksaan yang saya cuplik dari e-book Informasi Dasar tentang Kanker.

Pemeriksaan ini tidak sakit, tidak bisa dilakukan saat haid, dan selama 2 hari sebelum pemeriksaan pasien dilarang memasukkan obat-obatan ke dalam vagina. Untuk lebih lengkapnya silakan mengunduh untuk kemudian dicermati di sini.
***
Hei.. Lalu, apa hubungannya dengan Jogja seperti yang tertera pada judul? Kabar baik saya dengar dari Radio FeMale Yogya 103.7 FM. Seperti apa?
Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kota Yogyakarta dan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) mengadakan pemeriksaan Pap Smear (GRATIS) bagi perempuan Jogja.
Syaratnya?
- Sudah menikah dan/atau pernah menikah,
- Berusia 18 s.d 50 tahun.
- Tempat terbatas
- Mendaftarkan diri di Dinas Kesehatan Kabupaten Kota Yogyakarta atau Dinas Kesehatan Provinsi DIY.
- Pendaftaran dibuka dari tanggal 18 Juli 2011 s.d 19 November 2011
Untuk informasi lebih lanjut silakan menghubungi
dr. Ahmad Ahadi MPh 08122711608 (telp./SMS)
Finally, mohon maaf bila terdapat kekeliruan dalam menulis nama karena saya menuliskannya sesuai dengan apa yang saya dengar. Terima kasih. Semoga yang sedikit ini memberi manfaat. Aamiin..
tulisan ini terinspirasi oleh
FeMale Radio Yogya, Yayasan Kanker Indonesia, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Dinas Kesehatan Provinsi DIY, KankerServiks.org dan setiap perempuan, khususnya perempuan Indonesia.
jadi pap smear itu bisa dilakukan kalo sudah menikah ya..
Iya, Mbak.. tes ini ditujukan untuk perempuan yang telah aktif seksual
3. Anda yang merasa pria, tidak ada kelirunya ikut membaca.
saya pun melanjutkan bacanya, jadi tau 🙂
Oke kan kalau pria juga tahu, penanganan kanker serviks juga perlu dukungan dari para pria. Jadi, mengerti letak permasalahan tidak ada kelirunya, malah BAGUS 🙂
artikelnya menarik mbak, intinya sih jangan pernah malas untuk rajin membersihkan organ intim kita.. sayang banget cuma ada di Jogja, mbak phie harus ikutan tu..
Bener sekali Dhe.
tapi semoga saja, dengan tulisan ini saya bisa membagi info ke lebih banyak perempuan Jogja 🙂
Sebenarnya tertarik ikut tapi, saya belum memenuhi syarat yang no 1 itu hehe..
klo yg blom nikah, solusinya apa mbak? kan kita jadi was-was juga tuh klo kena penyakit macam gitu
Hmm, kita bisa mulai dari hal-hal kecil Puch, semisal:
1. Menjaga ketahanan tubuh itu jelas. Prinsipnya kan kalau tubuh sehat, kuman penyakit juga akan butuh “kerja keras” untuk melemahkan kita.
2. Menjaga area V kita itu tetap bersih, sekarang kan banyak ya pembersih khusus semacam Abolute, Betadine, dsb.
3. Perhatikan deh pembalut yang kita pakai. Jangan asal beli karena murah atau iklannya gencar di media. Coba uji kualitas pembalut [ingat poin tentang pembalut ecek-ecek yang dibuat dari kertas daur ulang, untuk jadi pulp bersih..konon katanya digunakan zat pemutih (yg selanjutnya dikenal dg istilah dioksin)]. Nah itu dia yg harus diwaspadai, Puch!
Caranya? Bagian dalam pembalut dikeluarkan lalu rendam dalam gelas bening berisi air putih, lalu aduk dengan sumpit. Kalau hancur dan air menjadi keruh, itu berarti pembalut itu tidak layak pakai. Tips ini banyak digembar-gemborkan di internet.
Atau kalau misal kurang puas cobalah mampir ke website si produsen. Pastikan ada pernyataan mereka tentang keamanan produk juga periksa lebih teliti kemasan, soal ISO dan izin dari Dept Kesehatan.
Semoga bermanfaat ya 🙂
Terima kasih banyak informasinya yaa… Saya jadi lebih mengetahuinya setelah membaca.
Terima kasih kembali Pak Akhmad 🙂
mksh bgt infonya….sgt bermanfaat, yayasan kanker indonesia di jogja dimana mbak? aku dah pap smear hasilnya bagus, tp merasakan tanda2 kanker servik…adakah klinik di jogja yg khusus menangani kanker servik?
coba langsung menghubungi dokter spesialis penyakit dalam, Mbak. ke JIH atau RS Sardjito.
semoga lekas terdeteksi ya 🙂
salam