Selamat Berbahagia, Nan..

Dear, Nan..

Mengenalmu adalah sebuah kesyukuran. Kalimat pertama ini tak bermaksud melebih-lebihkan. Ya, kau tentu tahu seperti apa aku dan bagaimana caraku memelihara persahabatan kita. Kau yang dulu, pertama kalinya bertemu di depan ruang akademik saat gedung fakultas kita masih di Sekip awal tahun ajaran 2002. Banyak sekali hal yang kuterima darimu, sosok mungil yang berkenalan kepada senior dengan kalimat,

“Saya ingin menjadi Muslim yang kaffah..”

Ah, maafkan aku yang belum begitu dalam mempelajari Islam. Aku hanya terdiam dan berpikir keras, berusaha mengerti apa makna di balik “kaffah” Hmm, dalam diam batinku menelusur hari-hari bersamamu, Nan. Selalu ada cerita, suka-duka kita lalui. Kau satu di antara sekian penduduk Bantul yang kala itu aahh.. aku tiada sanggup melanjutkan. Membayangkan kondisimu kala itu bersama simbahmu.. Rumah yang rata oleh gempa 5,9 SR, kaki simbah yang tertatih oleh luka, juga riset yang tertahan.. Aku mengerti seperti apa rasanya terbebani oleh itu semua. Tapi kalau kau menghilang, aku pun kelimpungan, Nan.. Tanpa sadar, kutuliskan bait-bait kerinduanku usai ku bermimpi. Nan, sahabatku.. Apakah kau dengar apa yang terbisik dalam sanubariku? 😥

Kukerahkan kemampuanku. Bukan ingin sok jadi pahlawan. Aku hanya tak tahan kehilanganmu sementara yang lain telah menapak menjauh pergi dari kampus. Jadilah, sebisaku kututurkan apa yang kuinginkan: bersama yang lain menyemangatimu. Berhasil! Perlahan kau beranjak. Melanjutkan yang tadinya tertahan, meski itu terlihat sulit di mataku, tapi kau bertahan dan berjuang. Kau tahu? Aku beruntung mengenalmu. Terima kasih tlah mempercayaiku memandu seminar hasil penelitianmu. Sampai akhirnya, Februari 2011 kau pun tampil di acara wisuda. Maafkan bila kala itu aku tak bisa menemuimu, berbagi puncak kebahagiaan yang telah lama kau perjuangkan. Meski begitu, tolong dengar ini Sahabatku.. Aku bahagia melihatmu dan yang tersisa di HPT 02 lulus. Alhamdulillaah, bukankah Tuhan selalu menunjukkan pintu kemudahan di sebalik kesulitan? Kau tentu jauh lebih paham akan hal itu.

Waktu bergulir, mungkin terlalu cepat bagiku untuk berpisah denganmu. Riau, di sanalah hari-harimu dihabiskan usai kelulusan. Terima kasih masih berkenan menghubungiku di sela harimu yang sibuk oleh usaha warung bakso dan kebun sawit milik ayahmu. Satu doaku, semoga segala urusanmu dimudahkan, dilancarkan. Aamiin..

Nan, tahukah kau? Suatu pagi di bulan Januari aku girang bukan kepalang menerima kabar darimu. Ya, ini tentang 25 Februari. Aku masih ingat, 25 itu tanggal kelahiranmu dan sekaligus menjadi tanggal moment bahagia yang kau tunggu-tunggu. Mungkin hanya aku, ataukah yang lain juga kau kabari? Tidak ada kata lain selain berucap syukur Alhamdulillah. Bersyukur karena Nan sahabatku telah menemukan separuh hati untuk menggenapkan agamanya.

Minggu beranjak bulan. Beberapa hari sebelum engkau melangsungkan akad nikah, kita berjanji makan siang bersama. Masih ingat foto kita ini di FoodCourt?

be with Nan
be with Nan at Food Court UGM

Senang bisa melihatmu kembali, Nan. Lebih segar dan gemuk. Kau tak banyak berubah, selalu antuasias kepada siapa pun lawan bicaramu. Hm, mungkin karena eleman api yang menempel pada lambang Sagitarius-mu itu? Hehe, aku hanya bercanda, maaf 🙂 Aku tahu kau menitip apa. Seperti yang sudah jamak terjadi di angkatan kita: menjadikanku kurir undangan :mrgreen:. No problem, Pal! Bukankah itu gunanya teman? Ingat kan pada lirik lagunya ABBA?

For good times and bad times
I’ll be on your side forever more
That what friends are for..

Kulakukan sebaik yang kumampu. Kalaupun memang tidak semua dapat kusampaikan, setidaknya teman-teman kukabari via facebook dan SMS. Ekonomis kan? :mrgreen:

Happy wedding, Nan..
Happy wedding, Nan..

Akhirnya, 25 Februari pun tiba. Aku bersama Dina Afi dan si kecil Izzan. Ale dan teman tahsin-nya. Kami berangkat bersama dari Jogja utara. Kami berangkat lebih pagi, hmm.. bisa jadi ini karena keegoisanku: aku ingin melihat prosesi akad nikahmu, Nan. Itu saja. Dan kini, lihatlah… kau bersanding bersama suamimu dalam sebuah acara yang sederhana, sesederhana pribadimu, Nan sahabatku.. (maaf, lagi-lagi air mataku meleleh :oops:)
Akhir kata, Selamat berbahagia, Nan. Selamat menempuh kehidupan yang baru. Mengayuhlah bersama dalam lindungan ridho-Nya dan restu kami, sahabat yang menyayangimu.

Warmest regards,

Phie

Tag ,

20 thoughts on “Selamat Berbahagia, Nan..

  1. Sulit kuungkap dg kata2… Luar biasa bahagianya drku mmpunyai dirimu, pi. Smga Alloh membahagiakan dirimu selamanya dan mengindahkan hari2mu.

    1. Aamiin ya Rabb.. 😥
      Hiksss… Air mataku meluap ini, Mbak Nanik.
      Kupikir sedang ga online, ternyata langsung komentar hehehe malu 😳

      Terima kasih atas persahabatan ini, Mbak Nan. Keep ukhuwah 😀

  2. pengin ikutan nangis… (loh?!)
    bukan, bukan pada kata-kata mbak Phie yang super melankolis (yang ini cuma buat mbak Nan)
    tapi pada perjuangan mbak Nan untuk lulus
    ini seperti menamparku dengan teramat keras (lebay dikit)

    ya, karena apa yang kualami tak sedemikian dahsyat pengalamannya mbak Nan
    tapi ternyata aku hampir menyerah sampai di sini
    jadi malu…

  3. Tulisane Mbak Pulupi sangat mengharukan, seorang ikut bahagia jika sahabat yang lainya berbahagia, selamat menempuh hidup baru Mbak Nan, untuk Mbak Palupi semoga cepet nyusul AMIN 🙂

    1. Seperti itulah indahnya persahabatan, Kang Sofyan. Suka-duka dinikmati bersama 🙂

      Aamiin ya Rabb, terima kasih doanya 🙂

  4. Kebahagiaan sahabat adalah kebahagiaan kita…
    Seperti itulah seharusnya.
    Dan yang namanya sahabat tak bisa diprogram, tak bisa direncanakan.
    Mereka datang tak terduga, meski itu adalah rencana Tuhan…
    Ikut mengucapkan selamat berbahagia untuk Mbak Nan, dan untuk Mbak Asri juga…

    1. benar, Pak Mars. saya menggarisbawahi dan menekankan bahwa kebahagiaan sahabat adalah kebahagiaan kita

      terima kasih. mohon doanya, Pak 🙂

  5. eh, tak kirain mbak nandini.. udah kaget aku 😀
    mbak pi begitu baiknya dengan sahabat, hingga diposting tersendiri.. hihi
    kapan nyusul nih? apa masih nunggu bikers? :mrgreen:

    1. panggilannya sama ya mereka itu, Nan.. 😀
      kan tiap orang di kehidupanku punya arti tersendiri, Ri.
      mau apa kubuatkan postingan? *nantang 😆
      psstt… rahasia ah! 😳

  6. your post is nice.. 🙂
    keep share yaa, ^^
    di tunggu postingan-postingan yang lainnya..

    jangan lupa juga kunjungi website dunia bola kami..
    terima kasih.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *