Prambanan di Suatu Senja

untuk sebuah nama
yang berhasil kueja
kuurai dari suatu masa

untuk sebuah nama
yang membuat ruah gulana
kususuri hangat rengkuhnya meski dalam angan semata

untuk sebuah nama
yang kala itu tak pernah bisa kusisipi cinta
adalah dia penghujung lara nestapa
secarik kenangan dalam ruang setengah hampa
adalah dia dan sebuah nama,
Prambanan di suatu senja

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway The Fairy and Me yang diselenggarakan oleh Nurmayanti Zain

38 thoughts on “Prambanan di Suatu Senja

  1. masyaAllah.. untuk sebuah nama yang menoreh sosok berharga di hati 🙂 sweeett….

    ———–
    sudah terdaftar ya phie
    terima kasih atas partisipasinyaaa!

  2. Sebuah prambanan kalau senja seperti itu ya pemandangannya. Jadi inget, fajar-fajar suruh beli mie bihun depan prambanan. Dari jogja depan bandara sampai prambanan hanya beli 5 bungkus bihun.

    1. wah, kenangan tentang Prambanan ternyata tidak sekadar masa silam ya, tapi juga makanan hehehe.. 🙂
      Ok, terima kasih telah singgah, Mas Yitno.
      salam kenal 🙂

    1. untuk seseorang (dari masa lalu) yang terakhir berpisah di Prambanan.
      perpisahan yang sangat datar, hanya ditemani senja dan kebisuan.

      diam dengan pikiran masing-masing, terutama saya karena masing-masing telah memilih hati yang lain.. gitu, Dhe 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *