Sesuatu yang tak asing tiba-tiba mampir di inbox e-mail saya tepat hari Rabu, 15 Februari lalu. Kita lihat seperti apa itu.. Ya, sebuah undangan via e-mail saya terima dari World Wildlife Fund (WWF). Sejak beberapa bulan belakang (mulai pertengahan 2011, red.), saya menjadi subscriber WWF. Tiap kali ada kegiatan atau isu hangat, selalu ada pemberitahuan
Kategori: Lingkungan Hidup
Klanduhan & Dilema Diaper (2)
Kisah sebelumnya… Diaper oh, diaper.. Hm, saya mendadak galau… Klanduhan, mengapa nasibmu seperti ini? Dulu dikeruk diambil pasirnya secara besar-besaran. Tempat kami mencuci tikar itu dulu bentuknya serupa empang sedalam hampir 2 meter atau bisa jadi lebih. Sekarang rata, hanya beberapa batuan besar menjadi hiasan. Tidak ada deras air menari-nari seperti dulu. Belum lagi hadiah
Klanduhan & Dilema Diaper (1)
Sabtu, 20 Agustus 2011 Setengah delapan pagi, Ning dan saya merapat di tebing kali Klanduhan. Seperangkul tikar kotor harus kami cuci. Ya, lebaran sebentar lagi, sudah menjadi kebiasaan kami untuk menggelar tikar di rumah menyambut tamu, sanak kerabat yang datang di hari yang sangat dinantikan itu. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, biasanya ibu turut serta. Namun,
Catatan dari Sebalik Rindang Kaki Merapi
Pagi ini, Ahad, 5 Juni 2011 tak beda dengan hari libur biasanya. Kalau beberapa bulan yang lalu saya sempat sangat in a good mood untuk jogging, tidak dengan hari ini. Namun, bukan berarti saya merelakan badan tidak berkeringat. Apalagi cuaca kaki Merapi sedang sangat cerah, sayang bila dilewatkan. Bukankah melakukan aktivitas di bawah cahaya mentari