Tahun ini boleh dibilang tahun nekat buat saya. Lha gimana enggak? Seingat saya, terakhir kali saya naik pentas sebagai dirigen paduan suara adalah tahun 2003; itupun menggantikan posisi Ning yang sakit pas hari H. Selepas tahun 2003, saya hanya berani mengurusi anak-anak di belakang layar, terutama saat latihan. Sesekali memberi mereka kejutan dengan suara lantang
Kategori: Cerita Random
Kemarau, Blanggreng, dan Sepenggal Kenangan
Saya ingat, hari itu adalah awal mula musim kemarau. Udara pagi di kaki Merapi jauh lebih dingin dari biasanya. Dulu, Simbah Uti sering mengatakan saat-saat seperti itu dengan bedhidhing. Bukan cuma soal udara dingin, ada kenangan lain yang tidak akan pernah saya lupa. Ya, kemarau juga berarti waktunya bunga-bunga kopi di kebun Simbah bermekaran. Wangi
Si Merah dan Dua Dasawarsa Kami
Saya sering memberi nama barang-barang pribadi dengan warnanya, termasuk si Merah: mushaf pertama saya. Tak terasa tahun ini Merah telah bersama saya selama 20 tahun. Angka yang tidak pernah saya duga jauh sebelumnya ketika saya meminta Ibu membelikan mushaf di sebuah lapak buku di Pasar Pakem. Entah, tidak ada angin pun hujan, kala itu pandangan
Happy Eid Mubarak 1436 H
Akhirnya, berpisah dengan Ramadhan lagi. 😥 Tetap saja sedih, meski aktivitas saya selama Ramadhan dan awal Syawal kemarin tidak begitu bervariasi. Bukan monoton, lebih seperti rutinitas tahunan yang tidak jauh berbeda dengan orang-orang kebanyakan. Bisa jadi itulah yang membuat saya malas untuk mendokumentasikannya secara detail satu per satu, hehehe. *minta dipentung* 😛 Yang jelas, masih