Sepucuk Surat untuk Bapak

Dearest Bapak di sebuah tempat terdamai   Salam takzim dariku, putri sulungmu. Bapak, apa kabar di sana? Kuharap Bapak baik-baik saja. Damai ber-apa-saja sepanjang rehat panjangmu; menikmati hari libur seperti juga aku, hari ini. Tak biasanya memang. Biasanya aku sudah berkejaran dengan jadwal anak-anak bimbingan privat. Kadang, aku heran, Pak. Mengapa masih saja ada anak

Kenangan di Sebalik Ponsel Jadul

Ngomong-ngomong soal ponsel, saya termasuk yang tertinggal dibanding teman-teman seangkatan jaman kuliah. Mereka rata-rata sudah dibekali ponsel oleh orangtua sejak masuk kuliah, sementara saya tidak. Bagi saya, di kisaran tahun 2002 silam, ponsel termasuk benda mewah. Lagipula, masih banyak hal yang harus diprioritaskan dan dihemat kala itu; jadilah, saya enggan merengek-rengek kepada Ibu sekadar minta