Siapa bilang saya phobia kucing? Nggak, saya ga phobia kucing. Saya cuma suka LIHAT gambar kucing, selebihnya nggak. Bisa jadi itu berhubungan dengan piaraan saya di twitter: (gambar) seekor kucing besar (baca: macan) sebagai background. Segarang apapun si macan, kalau munculnya di gambar saja, itu AMAN buat saya. 😀 By the way, sejak kecil orangtua
Kategori: Kompetisi
Di Balik Layar: Saya dan #PuisiHore3
#PuisiHore3? Lhooo, itu kan sudah beberapa bulan yang lalu berakhir? Hmm, ya, saya memang terlambat bicara soal perayaan puisi yang satu ini. Namun, karena saya telah berjanji kepada panitia untuk menulis kesan/pesan, jadi ya harus ditepati meski sudah rada lama berlalu. Huuu dasar blogger telat up date, ya, saya ini? 😛 Yupe, I admit it.
Sepucuk Surat untuk Bapak
Dearest Bapak di sebuah tempat terdamai Salam takzim dariku, putri sulungmu. Bapak, apa kabar di sana? Kuharap Bapak baik-baik saja. Damai ber-apa-saja sepanjang rehat panjangmu; menikmati hari libur seperti juga aku, hari ini. Tak biasanya memang. Biasanya aku sudah berkejaran dengan jadwal anak-anak bimbingan privat. Kadang, aku heran, Pak. Mengapa masih saja ada anak
Kenangan di Sebalik Ponsel Jadul
Ngomong-ngomong soal ponsel, saya termasuk yang tertinggal dibanding teman-teman seangkatan jaman kuliah. Mereka rata-rata sudah dibekali ponsel oleh orangtua sejak masuk kuliah, sementara saya tidak. Bagi saya, di kisaran tahun 2002 silam, ponsel termasuk benda mewah. Lagipula, masih banyak hal yang harus diprioritaskan dan dihemat kala itu; jadilah, saya enggan merengek-rengek kepada Ibu sekadar minta