My First Journey: tentang Kereta, Bandung, dan Juwita Malam

My first journey? Hmm, ngomong-ngomong soal bepergian, sejak kecil saya telah dibiasakan oleh orangtua untuk ikut merasakan seperti apa asyiknya bepergian dengan jalur darat. Kebanyakan berupa short trip bersama rombongan kantor Bapak (alm.) (baca: piknik). Sayangnya, saya tak pernah merasa keasyikan menikmati perjalanan itu benar-benar 100%. Bisa jadi karena saya pergi bersama dengan Bapak-Ibu. Ketidakpuasan

Patriot di Kehidupan Kami: Ibu

Bicara soal patriot, ingatan saya langsung tertuju kepada para pejuang. Ya, mereka yang memanggul senjata demi mempertahankan kedaulatan negeri. Namun, sebenarnya patriot tidak hanya berlaku bagi beliau-beliau saja. Tanpa berdarah-darah di medan pertempuran pun, seseorang tetap bisa disebut sebagai patriot atau pahlawan. Dalam lingkup kecil, keluarga kami, ada seorang yang telah begitu keras berupaya menjadi

Yang Ngaco dan Menang #PersembahanSkripsit

Bekerja di redaksi memang butuh hiburan, apalagi jika pikiran dan mata sudah terlalu fokus. Tanpa diselingi rehat, saya takkan sanggup bertahan seharian di habitat ruang redaksi. Akhirnya, linimasa twitter jadi bahan hiburan sekaligus pemicu keisengan (baca: kreativitas). Lalu, apa jadinya jika saya iseng? Paling-paling saya ngobrol, nyenggolin emak-emak yang hobi ngegosip *eh, atau juga mantengi

Ada Apa dengan Jambi?

Jambi. Mendengar nama provinsi ini membuat saya terngiang sebuah kalimat ajakan dari seorang dosen Fakultas Pertanian Universitas Jambi, Dr. Yuni Ratna, “Mbak Jupi, kapan ke Jambi? Jangan lupa kontak saya kalau ke sini, ya!” Kalimat itu terlontar via telepon … dulu sekali, entah, saya sendiri tak ingat pasti sudah berapa tahun yang lalu. Kami berkenalan