Guru & Sesepuh in Memorium (behind the scene)

Hari masih pagi saat kulihat Pak Tyo mondar-mandir. Kebingungan, sepertinya. Entahlah, untuk alasan apa hingga beliau tak biasa-biasanya seperti itu. Hmm, maaf saja ya aku bukan tipe orang yang suka mencampuri urusan orang lain, apalagi hal-hal yang sifatnya pribadi. Kecuali… “Ndhuk..!” Akhirnya beliau bersuara, membuka pembicaraan denganku yang sedari pagi telah asyik memencet-mencet keyboard komputer

Setangkup Rindu untuk Bapak

Bulan ketujuh, Juli, selalu berharga bagiku. Empat hari yang lalu, 6 Juli 2009, genap 9 tahun sudah Bapak meninggalkan keluarga Herdjito Hadiwardoyo. Sembilan tahun, hmm, ya waktu yang cukup lama untuk sekedar menggambarkan betapa tak sempurnanya kehidupanku dan kedua adikku. Kami tumbuh mendewasa tanpa kehadiran beliau di sisi. Namun, tak ada yang perlu kurisaukan atas

Ganza, Kencan Pertama

Sabtu pagi, Juli 1999. Hari pertamaku di bangku sekolah menengah umum telah dimulai. Puluhan siswa baru berdiri menggerombol di depan gerbang SMU 9 Yogyakarta. Ya, mereka saling kenal. Sementara aku? Tak ada seorang pun yang kukenal, apalagi mengenalku. Menyedihkan… 🙁 “Ugh, hari pertama masuk selalu seperti ini. Pantas saja orang bilang I HATE MONDAY” gumamku,

Happy Mothers Day, Mom!

Ibuku seorang janda Hampir berumur setengah baya Ditinggal pergi suami tercinta Diwarisi dua putri satu putra Ibuku seorang janda Tapi kini statusnya ganda Jadi ayah juga ibunda Bagi ketiga anaknya Ibuku seorang janda Berjuang keras nafkahi keluarga Meski umur tlah batasi geraknya Tak beliau berhenti berusaha dan berdoa Ibuku seorang janda Beliau seperti adanya Makhluk