Mengintip Keseriusan Dana dan Irma

Belajar supaya ilmu nyantol  itu sederhana modalnya, niat dan serius. Seperti juga dua orang siswa saya berikut ini, Dana dan Irma. Mereka sama-sama duduk di bangku SMP kelas VII, meski berbeda sekolah. Perhatikan ya, masing-masing punya gaya keseriusan tersendiri saat mengerjakan soal-soal Matematika, mata pelajaran yang (bagi sebagian anak) menjemukan.

Dana serius dengan soal-soal tentang ‘Garis dan Sudut’. Sesekali, jika ia bingung, ia akan bertanya kepada saya. Tipe anak yang komunikatif; tanpa saya tanya, ia akan nyerocos ini itu atau juga berbagi cerita ketika les sampai pada injury time. Hahaha macam sepakbola saja. 😆 Mungkin ia merasa berhasil menemukan teman curhat. #eh 😛

seriusnya mas Dana :D
seriusnya mas Dana 😀

Beda lagi dengan Irma. Siswa saya ini termasuk masih baru. Iya, baru sekali belajar dengan saya. Rabu (22 Januari) kemarin adalah jadwal perdananya. Kalau di gambar sebelumnya Dana asyik dengan Garis dan Sudut; Irma sedang asyik (atau malah pusing) dengan soal-soal tentang Himpunan. Sejauh ini saya belum melihat Irma bakal seperti Dana yang nyerocos tiap kali penasaran. Namun, semoga ia betah belajar dengan saya, aamiin. 🙂

Mengintip keseriusan Irma
seriusnya sampai nunduk begitu 😛

Sedikit cerita. Irma dan Lisa bersahabat sejak kecil, bahkan mereka duduk sebangku di kelas VII SMP 3 Ngaglik. … dan, entah, apa ini boleh dibilang pengaruh dari sebuah persahabatan? Awalnya hanya Lisa yang mengatakan ingin belajar bersama saya, eh tak tahunya beberapa hari setelah Lisa memulai jadwal les, ibunda Irma datang ke rumah. Inti permasalahannya sudah berhasil saya tangkap.

“Biar mereka belajar bareng, Mbak …” begitu kata ibunda Irma.

Hmm, bagaimana ya? Saya hanya bisa memberi saran untuk merembug masalah ini dengan Lisa. Sepele memang. Ya, katakanlah Lisa-Irma bersahabat, tapi siapa tahu jika pihak Lisa punya keputusan lain. Saya sebagai tutor kan mengikuti arahan dari orangtua siswa saja.

Tepat seperti dugaan saya, orangtua Lisa menginginkan putri sulungnya les sendiri. Bukan karena tidak mau belajar bersama; alasannya lebih pada keseriusan itu tadi. Akhirnya, diputuskanlah mereka berdua les di hari yang berbeda.

Alhamdulillah, jadwal saya nambah lagi, penuh malah, sekarang seminggu full dengan 4 orang siswa. 😀 Well, ini saatnya saya juga serius seperti mereka. Meskipun … kalau iseng saya kambuh, ya, paling candid camera lagi. *oops! 😉 😆

0 thoughts on “Mengintip Keseriusan Dana dan Irma

  1. Punya bu guru sepertimu pasti menyenangkan…!oleh tuh aku nitip anak 2 Bu Phie… 🙂 SMP klas viii dan kls 2 SD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *