Senin pagi, sudah barang tentu hari pertama di awal pekan ini membuat siapa saja sibuk, tidak terkecuali saya. Tapi lain dengan Senin sebulan yang lalu, tepatnya 9 Januari 2012.
Sekalipun masih asyik dengan persiapan menuju kantor, saya selalu menyempatkan untuk mendengarkan siaran FeMale Radio. Ya, program Your Morning Coffee (disingat YMC) yang dipandu oleh Gery Puraatmadja memang punya cara memikat saya. Hehe bolehlah kalau tulisan ini sekaligus testimoni saya sebagai pendengar setia Your Morning Coffee. Salah satu segmen acara anak yang dikemas pula dalam Your Morning Coffee pernah saya tulis sedikit di sini sebelumnya. Kali ini giliran segmen yang lain. Lepas pukul 07.00 biasanya akan ada segmen acara lain untuk “cool Mom and Dad” (sebutan pendengar dewasa FeMale Radio). Hal yang sama pun terjadi pada hari Senin itu. Sebuah tema sederhana (hm, mungkin juga sedikit nyleneh :mrgreen:) dilontarkan Gery kepada pendengarnya,
“Menurut Ladies, apakah berbicara dengan tanaman itu hal yang aneh?”
Hmm, saya tergelitik dan segera saja mengirimkan sebuah SMS
“YMC Palupi Yk Tidak aneh, Paman Gery. Saya suka tanaman, bicara bahkan menyanyi untuk mereka. Apa salahnya? Toh mereka sudah membagi oksigen untuk kita semua.”
Satu kebiasaan saya setelah mengirimkan SMS adalah meninggalkan ponsel di kamar untuk kembali beraktivitas, kecuali bila memang penting bisa saya bawa-bawa sampai dapur. Saya hampir saja masuk ke kamar mandi, ketika sekitar lima menit kemudian ponsel saya berdering. Hei, nomor Jakarta! Siapa ya?
“Halo, selamat pagi, Palupi. Gery ingin mengobrol dengan Palupi..”
Gery..? Gery Puraatmadja? Saya setengah kaget menerima telepon itu. Menurut suara di seberang sana (saya pikir itu suara Gery hehehe :mrgreen:), saya akan dihubungi kembali beberapa saat kemudian. Ok, saya tunda acara mandi pagi demi FeMale *halah 😀
Dari seberang saya memang sudah mendengar lagu jeda, tetapi beberapa detik kemudian malah terputus.. Lhoo? Gimana ini ❓
♫ Telanjur basah, ya sudah mandi sekali, ♫ begitu kata bang Meggy Z (alm.).
Saya sudah meng-iya-kan, jadi saya tunggu FeMale menelpon kembali. Dan.. Ta daa..
“Halo, maaf ya Mbak Palupi tadi terputus.. Jadi nanti setelah lagu ini selesai, kita akan ngobrol on air ya. Ok?”
“Ok, siap..” jawab saya dengan antusias.
Sekitar 3 menit kemudian, kami telah tersambung dalam percakapan santai. Tentang apa sebenarnya arti nyanyian saya.
“Jadi semacam ucapan terima kasih, gitu Mas Gery.. Seperti yang sudah saya tuliskan di SMS tadi bawa mereka itu sudah membagi oksigen untuk kita semua, jadi sebagai ungkapan terima kasih, saya menyanyi untuk mereka.”
Eits, saya kaget saat Gery tiba-tiba berkata,
“Coba dong kasih contoh gimana itu nyanyinya..”
“Eh, nyanyi apa? Yang favorit ada banyak, tergantung mood alias suasana hati.., tapi sebagai orang jawa saya akan nembang saja.”
“Ok, silakan..”
Dengan sedikit mengambil jeda dan hela nafas, saya pun mulai menembang.
♫ Sekar gambuh ping catur
Kang cinatur polah kang kalantur
Tanpa tutur katula-tula katali
Kadaluwarsa katutuh
Kapatuh pan dadi awon ♫
Selepasnya, suara riuh tepukan tangan (memang disetel begitu oleh FeMale, red.), menggemuruh di seberang. Ya, begitulah.. saya merasa beruntung bisa membagi satu hal yang sepertinya dianggap aneh bagi orang kebanyakan. Berterima kasih dengan cara yang berbeda, menurut saya tidak ada kelirunya. Ya ya ya.. Semua terjadi begitu saja. Saya bahkan masih merasakan (harus) tersenyum-senyum karena tidak percaya kalau suara saya terdengung ke seantero ibukota dan beberapa kota lain. Heiii, Phie.. sadarlah!! Hmm, selanjutnya? Dengan bersiul kecil saya menuju kamar mandi. Saya tetap merasa belum bisa percaya kalau beberapa menit sebelumnya saya membawakan syair tembang gambuh, Serat Wulangreh Pada I tersebut. Ini baru namanya Mendadak Nyindhen! 
-bersambung-
plok..plok..plok.lain kali nyindhen lagi ya nduk
Lagune mbak waljinah saja ” sinten purun kulo dongengi, dongenge sedulur ndeso. Sugih sawah lan sugih pari….”, Lanjutkan.
Salam hangat dari Surabaya
maaf, Pakde.. koment Pakde disergap satpam Akismet, sudah terbebaskan sekarang
matur nuwun tepuk tangannya, kapan-kapan saya ingin ngamen lagi di Warung, supaya bisa menghibur Pakde dan sahabat WeBe yang lain. tunggu episode berikutnya ya, ada yang lebih seru lhoo 🙂
Salam hangat dari kaki Merapi untuk Pakde sekeluarga di Surabaya
duilee….keren bnr2 keren….kebetulan yg indah ya phhie. tolong translate atuh bhs nya hihihi
cieileeee… *sambutan hangat buat Mimi
translate yang mana Mimi? liriknya gambuh itu?
yoiii….ga ngerti bassss hihi
wah, saya jadi pengin dengerin mbak phie nembang Kinanthi 😀
besok deh kalau kopdar lagi saya request lagu…
hehehe.. masih ada kelanjutannya ini Puch, sedang digarap bagian kedua (terakhirnya). Tunggu saja
wakakakak…nyinden niyee…. suit..suit…
nyinden lagi dung mbak 😀 *minta di keplak*
Tenang, masih ada sambungannya koq.. lebih seru, insyaAllah. Tunggu yak..
Hadeh bingung
Ni tugas bener2 bikin pusing
tugas? maksudnya? ❓