Kopdar Pertama: Antara SunMor & Pemotretan?

Berawal dari sebuah obrolan di dunia maya yang akhirnya bersambungan hingga bertemu di dunia sebenarnya. Semacam itulah kopdar alias kopi darat biasanya bermula. Seperti halnya yang saya alami beberapa waktu lalu. Kala itu seorang sahabat saya, Teh Hanie memposting sebuah tulisan tentang liburan tahun baru ke Jogja di blog barunya dan menyebutkan bawa si teteh menunggu saya di sudut Tugu Jogja. Wah, tidak disangka.. ketika itu saya sedang berada di Bandung memenuhi undangan seorang teman alumni pascasarjana UGM yang mengajar di Universitas Padjadjaran. Terharu rasanya dinantikan seperti itu. Itulah mengapa saya pun men-share-kan link postingan tersebut ke wall facebook, eh tak tahunya seorang sahabat lain yang juga berencana pergi ke Jogja memberikan komentar. Ya, ia adalah Amela. Seorang blogger asli Jember yang ditugaskan di Baubau, Sulawesi Tenggara.

Saya pikir Amela hanya iseng bercanda, mungkin ia sedang ingin ke Jogja karena banyak orang di luar kota sana juga suka kangen dengan Jogja. Kan ada lagunya :mrgreen:

Sementara itu beberapa waktu kemudian blogger Bandung kedatangan tamu seorang blogger dari bumi Borneo. Wah, saya kena colek Amela lagi. Hm, sepertinya yang bercanda iseng makin serius. Itu mengapa obrolan kami yang kala itu ngisruh di postingan Asop di Warung Blogger, saya pindah ke wall dilanjutkan dengan ber-inbox ria saling tukar nomor ponsel. Alhasil saya pun mendapat kenalan baru. Tadinya menyenggol Puch si empu the Petrichor dan Nandini “Atap Biru”, eh dapat kenalan Anniva dan Ais.

logo WeBe

***

Tanggal yang dijanjikan pun tiba. 22 Januari 2012, tepat hari Ahad. Hooaahm.. saya bangun pagi-pagi menyiapkan diri. Lha saya di-dhapuk menjadi korlap. Biasanya meski hari Ahad juga tetap bangun  pagi untuk jogging, tetapi karena hari itu istimewa, saya izin kepada adik saya untuk menundanya hari Senin, toh hari itukan masih libur. Bangun tidur, ambil wudhu, sholat Subuh. Sebelumnya mampir meja kerja.. sebuah SMS dari Amela telah sangat manis nangkring disana. Saya lirik jam dinding hehehe bener-bener pagi buta seperti alamat blognya! 😆 Ia bertanya sekadar meyakinkan bahwa kopdar kami benar-benar nyata. Ya ya ya.. semua akan segera bermunculan ke dunia nyata dalam hitungan jam. Let’s go, Ezy! Saya pun bergegas. Membelah Jl. Kaliurang sepagi itu, hmm.. saya teringat jaman SMU dulu. Olah raga pagi-pagi karena sekolah tidak punya lapangan sendiri, makanya nebeng di lembah UGM atau di lapangan UNY. Hehehe.. nyaris terkekeh, tapi saya memang harus cepat. Nggak lucu ah, korlap koq malah datangnya telat. :mrgreen: Ezy pun melaju dengan… ya kecepatan motor tua seperti apa sih? Lumayan kencanglah dibanding sepeda onthel. Setidaknya butuh waktu sekitar 20 menit-an untuk sampai di wilayah UGM sepagi itu. Begitu tiba di Jl. Agro, saya memutar ke Jl. Flora, dan tak ada 5 menit saya sampai di Fakultas Pertanian. Hosh.. hosh.. hoshh.. Saya bergegas. Jam bulat di wallpaper ponsel sudah menunjuk pukul 06.30. Pas seperti perkiraan saya. Ezy saya parkir di kampus, Fakultas Pertanian, dan setelah diteriaki oleh seorang satpam yang rada kenal kental dengan saya.. saya pun ngacir,

“Titip motor ya, Pak! Saya mau ke maskam..” teriak saya sembari berlari meninggalkan Pak Antang yang terbengong-bengong (sepertinya).

Setengah berlari saya tinggalkan Pak Antang sambil menahan tawa.

***

Suasana SunMor, seperti biasanya, mulai ramai dengan pejalan kaki, pengguna motor juga sesekali bus kota melintas. Lumayanlah belum begitu padat. Badan mungil saya masih bisa nyempil sana-sini. Untunglah diberi badan seperti ini, selalu ok di mana pun berada, Alhamdulillaah 🙂 Sembari berjalan, tangan kanan saya tidak bisa lepas melihat ke ponsel. Ya,  sekali lagi tidak akan lucu bila saya tidak tahu update posisi peserta kopdar. Puch bilang masih di Jl. Kaliurang, Mel sendiri bilang akan sedikit terlambat. Lalu, Ais, dan Anniva? Dua blogger ini belum pernah sekali pun saya singgahi rumah mayanya *lhoo koq bisa? ❓ Kata orang, tiada yang tak mungkin di dunia ini.. karena Warung Blogger, kami yang belum kenal pun jadi kenal ataupun menjadi (sok)kenal :mrgreen: Kembali kepada dua yang terakhir. Lalu mereka gimana nasibnya? Eh, saya tidak tahu nomor kontak mereka.. Yah, berharap sekali bisa bertemu, tapi kalau memang tidak (lebih baik mengatakan belum, red.), mungkin lain waktu.

Meninggalkan keramaian pasar tiban SunMor, langkah saya pun perlahan melenggang memasuki areal parkir masjid kampus. Masih benar-benar pagi untuk hitungan kopdar, tapi itulah yang membuat kopdar pertama ini istimewa. Seistimewa suasana masjid kampus UGM yang masih lengang. Hei.. waktunya mengabadikan pemandangan langka macam ini. Saya tidak akan dapat kesempatan untuk kali kedua menjumpai kolam berikut suasana pagi semacam ini. Langsung deh jepret sana-sini. Salah satunya yang ini..

pelataran timur masjid kampus sesaat tiba
pelataran timur masjid kampus sesaat tiba, sumber: dok. pribadi

***

Tangga timur. Kami memang janjian untuk bertemu di titik tersebut. Ok, saya berjalan menyusuri kolam dan berhenti tepat di bawah lengkungan gagah itu. Meski seperti anak hilang, saya betah-betahkan. Sebentar lagi pasti mereka datang. Benar saja! Belum ada 15 menit saya duduk diam, seorang gadis berkerudung, berjaket coklat dengan rok hitamnya menghampiri. Saya mengamati wajahnya. Hmm.. PuchI Ya, Puji Lestari..

“Assalamu’alaikum..” sapanya.

“Wa’alaikumsalam warahmatullah..” balas saya seraya menyambut erat jabat tangan Puch.

Sedari awal saya tahu dan bisa merasakan. Puch, seperti yang pernah saya baca di salah satu tulisannya.. Gadis bergolongan darah B ini sedikit tomboy dan cuek.. hehe pizz :mrgreen: Tidak meleset jauh dari perkiraan saya. Lain halnya dengan Puch yang (kelak) mengaku kaget dengan karakter seorang Phie di sini. Hei.. saya ya seperti ini. Kadang feminin kadang maskulin, tergantung kebutuhan. *lhooo? :mrgreen: Kalau kata ibu sih, harus luwes.

So, Puch, let me tell you.. Keadaanlah yang membuat saya seperti ini. Sekalipun saya suka memanjat (tupai kali :mrgreen:), hobi berpetualang dan naik motor sana-sini.. teteup saya perempuan, tidak bisa mengingkari kodrat. Eh, koq jadi berat sih pembicaraan kopdar ini? Sudahlah, lanjut!

Sekitar lima sampai sepuluh menit kemudian, datanglah si kerudung coklat. Siapa ya yang janji mau pakai kerudung coklat? Tidak lain dan tidak bukan, dialah Ais Ariani (belakangan setelah beberapa hari berlalu, saya baru tahu kalau gadis yang lumayan ceriwis ini adalah si empunya dramaLand, red. :mrgreen:). Sekali menyambut sapaannya, saya tahu ia adalah orang yang hangat dan suka tersenyum lebar. Hebat euy! Itu berarti saya menemukan orang sejenis, maksudnya jenis orang yang suka tersenyum lebar alias big grin, kaya gini nih ===> :mrgreen:

Selanjutnya, tepat sekali, setelah audiens berkumpul (sayangnya tanpa Nandini & Niefha :(), hadirlah si bintang tamu, Amela “Tomel” Erliana  Christine dengan baju unyu-nya (ungu maksudnya). Tergopoh-gopoh ia menyapa kami sambil menyampaikan maaf karena datang paling akhir. Eh, bukannya biasanya begitu ya? Tamu hadir setelah panitia penyambutan siap.. 😛 Nah, setelah menyalami kami Amel langsung turun tangga. Ngapain sih? Hm, di tangan kanannya sudah siap sedia sebuah kamera DSLR. WOW , mantab! 😯 Tapi maklumlah karena kamera itu bukan miliknya, ia harus berupaya keras mengeset beberapa hal, saya pikir kontras & brightness salah satu di antaranya. Hehe itu terlihat dari hasil foto kami terutama saat berada di tempat yang terang. Lihat saja, saya sampai pangling lhoo dengan wajah saya. Sejak kapan kulit eksotis saya berubah putih bak mutiara? ❓ Jadi, jangan mudah percaya apa kata kamera, beberapa gambar yang Anda lihat ini adalah ulah kamera pinjaman Amela. Tidak sengaja memang, tapi saya jadi suka mengamati wajah yang tiba-tiba putih dengan suksesnya :mrgreen:

Apa yang terjadi selanjutnya?

Setelah Amela datang, tentu tidak lengkap bila tanpa mengobrol. Obral obrol seru dengan orang yang tadinya hanya kenal lewat tulisan? Begitulah.. Banyak kesan baru yang timbul, di antaranya tentang kami yang menyangka Amela adalah perempuan yang jauh lebih dewasa ketimbang kami.. rupanya meleset! Yang ada, saya malah yang tertua di antara kami berempat. Hee.. jadi malu 😳 Tapi tenang saja, ndak kelihatan kan apalagi dengan tubuh mungil ini? Hihihi.. membela diri 😀

Selanjutnya? Terserah kita-kita :mrgreen:

Kopdar tanpa sesi ambil foto tidak akan asyik. Maka jadilah kami berfoto ria. Sesi pemotretan telah dibuka oleh Amela, yang selanjutnya? Tentu terserah kita-kita peserta kopdar. Berikut ini beberapa foto yang saya kumpulkan dari beberapa narasumber foto, yang terbanyak tentu dari Amela dengan DSLR-nya 🙂

terpapar mentari di tangga maskam
terpapar mentari di tangga maskam, sumber: Amela
setelah Mel datang
setelah Mel datang, sumber: dok. pribadi
berpose di gazebo..
berpose di gazebo.. sumber: Amela
di gazebo lagi..
di gazebo lagi.. sumber: Amela
pose di depan pintu masjid
pose di depan pintu masjid, sumber: Amela

***

Matahari telah beranjak, makin lama makin terik. Heran, padahal beberapa hari sebelumnya Jogja mendung. Itulah mengapa, kami pun bergegas menuju SunMor. Apa lagi kalau bukan cari sarapan. Ya, alarm telah berbunyi! Hm, saya mengekor pada pilihan Ais dan yang lain. Maklumlah main ke SunMor pun selama ini bisa dihitung dengan jari. Jarak tempuh rumah-kampus sekitar 8 km, jadi lebih enak menyatroni kampus tetangga dibanding harus jogging 8 km ke kampus sendiri.. pizz aah!! :mrgreen: Pilihan akhirnya terjatuh pada sebuah kios bubur ayam.. (lupa namanya). Kami pun masuk mengambil tempat di pojok utara. meja kecil serasa berdesakan, tapi dibawa asyik saja. Ada bubur ayam, ada gado-gado, ada juga lontong opor. Sambil makan, sesekali kami ngobrol. Yang paling banyak ilmu kopdar sepertinya Ais. Dia banyak cerita tentang Mbak Nique, Mbak Iyha, Om NH, Pakdhe Cholik, Kak Yuli, banyaklah pokoke.. Saya jadi curiga (jangan-jangan) Ais ini penyiar radio ya? Ceplas-ceplosnya itu lho ga bisa dicolong, khas banget. Belum lagi ditambah dengan cerita soal kawan akrabnya, Nu, yang (ternyata) adalah kawan se-posko saya jaman KKN volunteer gempa DIY-Jateng 2006 lalu. Hm, dunia begitu sempitnya. Itu dia seperti yang dia ceritakan semacam pertalian relasi 6 atau 7 level antara satu orang dengan yang lain. Jadi antara saya dengan Anda paling jauh hanya seperti adik sepupu kakek buyut tetangganya eyang kakung teman saya :mrgreen: Begitukah? Jadi penasaran juga ❓

ini dia sarapan kami
ini dia sarapan kami, sumber: dok. pribadi

Setelah puas makan (meski mungkin belum sih :mrgreen:), kami pun kembali ke titik nol pertemuan. Hehe karena dirasa sesi pemotretan pertama belum cukup, maka dibukalah sesi pemotretan kedua. Kita akan lihat bagaimana raut wajah before & after breakfast-nya peserta kopdar ini. Lokasi pemotretan pun dimulai dari yang terdekat dengan pintu masjid. Ya, di kolam! Eits, bukan apa-apa.. ini karena scene-nya OK punya. Sayang, air muncrat-nya tidak menyala (bingung kan? ❓ saya juga bingung :mrgreen:). Meski begitu, kami tetap sumringah menjadi obyek foto dan bernarsis ria hohohoho.. Lihat saja deh satu per satu, dicermati juga boleh 🙂

setelah makan, foto dilanjut lagi
setelah makan, foto dilanjut lagi, sumber: Amela
di dekat kolam
di dekat kolam, sumber: Puch
harus kelihatan lengkungannya lhoo..
harus kelihatan lengkungannya lhoo.., sumber: Amela

Catatan: Yang heboh dan berobsesi bisa foto begini di bawah lengkungan-nya masjid kampus adalah Ais! :mrgreen:

setelah meminta tolong seseorang
setelah meminta tolong seseorang, sumber: Amela
melepas lelah sambil menunggu Ais menerima telepon
melepas lelah sambil menunggu Ais menerima telepon, sumber: Amela

Hmm, entah.. Lokasi yang kami ambil sebenarnya sudah cukup apik, tetapi Amela masih ingin menyalurkan hasratnya untuk hunting foto. Naah, Puch pun buka suara. Ia mengajak kami menuju parkir barat masjid. Oh iya, saya baru ingat. Di sana ada sebuah kolam teratai kecil dengan pepohonan rindang juga beberapa ekor burung merpati yang memang dipelihara di dekatnya. Hm, nice view.. Coba kita intip hasil jepretan Puch.. 😀

di dekat kolam teratai
di dekat kolam teratai, sumber: Amela

Waktu bergulir…

“Aku hanya bisa sampai jam 09.30 saja,” begitu kata Ais.

Yaa, kalau satu orang sudah bubar.. mana seru? Akhirnya, kami pun memutuskan untuk menyudahi kopdar pagi itu.. hiks 🙁 Namun, sebelum kami berpisah, kami punya sebuah bingkisan kecil untuknya. Dadakan sih sebenarnya *ngaku juga :mrgreen: Isinya sebuah album foto unik, hehe biar Amela deh yang mendeskripsikannya nanti di laporan kopdar. Semoga ia masih punya luang waktu untuk membuat laporan.

finally.. salam perpisahan kami untuk Mel
finally.. salam perpisahan kami untuk Mel, sumber: Amela

***

Seperti itulah kisah kopdar kami, beberapa blogger yang pada awalnya (tidak sengaja) terseret masuk ke sebuah lubang persahabatan yang berpayung di bawah komunitas Warung Blogger. Pada awalnya saya tidak merasakan efek persahabatan ini, tetapi lambat laun.. selangkah demi selangkah, rasanya ada yang kurang kala saya sehari saja tidak menyambangi Warung Blogger. Terima kasih Amela, Ais, Puch.. Terima kasih Warung Blogger.. Semoga persahabatan dan silaturahim ini kan tetap lestari terjaga. Aamiin 🙂

-diselesaikan di Bulaksumur, 16 Februari 2012-

Tag ,

43 thoughts on “Kopdar Pertama: Antara SunMor & Pemotretan?

  1. wah……….. aku jg 2 bln kmrn ke kampus UGM nemenin suami kangen2an sm kampusnya…. asik banget ya klo bs kopdar. wktu itu mau kopdar sm mbk ami, gagal deh 🙁 lain kali kopdar sm sy y mbk…………………. #seneng liat foto2nya mbk 😀

    1. Hai, Mbak Intan 😀
      Wah, tahu gitu kita kontak-kontakan yak. Kapan-kapan kalau ke Jogja, jangan lupa senggol kami-kami ya. Semoga diberi kesempatan bisa ngumpul lagi. (aamiin..)

    1. Mohon maaf ya, Faa.. bener itu yang dibilang Ais. Kami ketemu dengan Faa setelah kopdar itu.
      Kapan-kapan kita kopdar, insyaAllah diajak wis :mrgreen:

  2. eh ya ampppuuuun…aku biasanya pendiem loh kalau baru kopdar. beneraaan… kok bisa sih aku dibilang ceriwis? aku kan baik hatiii.. hahahaha. geli sendiri, aku terlalu banyak informasi keknya yah di awal pertemuan. tapi emang dulu pernah jadi penyiar radio, dan masih kepengen jadi penyiar (promo, siapa tahu di female ada lowongan, hahahhahaha)

    semoga kesan yang di dapat tidak mengecewakan :mrgreen:

    ayok Mbak Phie, kapan aku diajak kopdar lagih 🙂

    1. iyaa, Ais kan memang baik hati.. tapi teteup ceriwis xixixixixi piizz ah! :mrgreen:
      ndak, ndak ada kekecewaan di hati koq, Is.. malah senang ketemu dirimu.
      Kapan hayoo? Ajak Nandini juga yak.. 😀

  3. Nah, ini dia nih, semakin mengukuhkan kesan Mbak Ais yang ceriwis. :mrgreen:

    Itu foto yang di dekat kolam teratai, fokusnya malah ke tanaman, bukan ke kalian bertiga. 😆

    1. hahahahaha….buktikan sendiri yah Sop, kalau besok ketemu..aku ini pendiem looh kalau baru pertama kali ketemu..
      :mrgreen:

      karena teratainya udah mandi, kami belon
      *hloh

  4. ya ya ya … rupanya nama saya disebut2
    dan sepertinya Ais, kita tidak boleh kopdar hahaha
    tanya kenapa??? Karena kamu dan saya sama2 cerewet
    betapa kasihannya nanti peserta kopdar yang lain jika kita berdua ada
    mereka akan jadi pendengar setia belaka
    tak dapat kesempatan sekedar berkata aaapaaa? xixixi

    aihhh … tersanjunglah pokoknya
    wlo saya belum sering berkunjung ke rumah maya yang lain (kayaknya baru ais dan amel saja) tapi setidaknya jadi numpang beken gini *tx to Ais* wkwkwkw

    jadi, tunggu saya di Jogja ya 😛

    1. Siapa bilang di Jogja? Katanya di Denpasar koq hehehe.. :mrgreen:
      Yup, selalu bersama Ezy, tapi tidak untuk beberapa hari yang lalu. Kalau Ari selalu sama siapa? 😀

  5. waahh seru seru.. semuanya nampak seperti model profesional.. 😀
    kapan hari kalo saya ke Djokdja lagi deh kita ketemuan yaa Phi 🙂

  6. wihhh..kopdaran sama tante amel :O
    ada buryamnya juga..

    sedja udah pernah kopdaran sama tante amel lho, klo sama tante phie belum 🙁
    salam kenal, tante.
    Ini kunjungan perdana sedja.

    1. Haii, Adek Sedja.. Terima kasih sudah mampir ke rumah Tante Phie 😀
      Kapan-kapan kalau ke Jogja boleh kita ketemuan sama mama-papanya.
      Salam kenal dari kaki Merapi ya.. [peluk, sun sayang] 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *