Kopdar Kedua: Nyasar di AMC HOS Cokroaminoto

Yang namanya kopdar bagi blogger (biarpun sederhana) adalah hal yang sangat menyenangkan. Ada sensasi berbeda antara membayangkan seperti apa orang di balik setiap tulisan yang pernah dibaca dengan berjumpa langsung. Seperti halnya kopdar kedua saya, hari Kamis, 10 Mei 2012 lalu. Semua berawal dari sebuah message di inbox facebook saya tertanggal 5 Mei 2012,

aslkm. phi apakabar? mbak pu senin malam sampe kamis ke jogja. ntar kita ktemuan yuk. ajak temen2 yg lain yaaa… hp mbak pu 021xxxxxxxx

Wah, mbak Puteri Amirillis mau datang ke Jogja? Asyiiik!! :mrgreen: Maka tanpa membalas message tersebut, saya pun segera mengirimkan SMS ke nomor ponsel yang tertulis di sana.

=====STOP PRESS=====

Mbak Puteri, lebih akrab disapa Mbak Pu oleh warga Warung Blogger, adalah salah seorang sahabat blogger yang saya kenal di WeBe terutama karena beliau ini si empunya Kuis Poetry Hujan, kala itu duet dengan Bang Aswi. Pertengahan tahun 2011 lalu, saya dan sekian banyak sahabat blogger mengikuti kuis puisi bertema hujan itu. Ini dia banner lombanya, masih saya simpan πŸ˜€

Kala itu saya mengikutsertakan tiga buah puisi saya, yang di sini, di sini, juga di sini. Hm, rasanya senang bisa berpartisipasi di kontes blog semacam itu. Apalagi saat saya mendengar kabar kalau puisi para peserta akan dijadikan antologi puisi. Waaah.. itu berarti saya akan menyumbang satu buku untuk dijadikan tambahan koleksi bacaan sekaligus kebanggaan untuk anak turun saya kelak. Sayangnya, sampai saat sebelum saya bertemu dengan mbak Pu, belum ada kabar kejelasannya. Hehe.. siapa tahu pertemuan kami di kopdar ini bisa sekalian membicarakannya, saya berharap begitu..

====#====

Dengan bersemangat saya memberi kabar sobat blogger WeBe yang di Jogja. Puch, Ais, Nandini. Sayang sekali, Ais malah sedang ke Jakarta; Puch pas ada jadwal jaga apotik; sementara itu kondisi Nandini sedang tidak fit. Hiks.. apa mau dikata. Tunggu saja perkembangan.. mana tahu ada yang bakal ikut bersama saya menyambut hangat kehadiran mbak Pu di kota pelajar ini.

***

8 Mei 2012. Mbak Pu rupanya sudah sampai di Jogja sejak tanggal 7 Mei 2012 malam. Dari bandara langsung menuju balai diklat BPK di Jl. HOS Cokroaminoto No. 52. Ya, itu sekitaran gedung SMA-nya Puch. Itu mengapa saya tanyakan padanya kira-kira tempat yang asyik buat kopdar di mana.. eh, Puch malah ndak bisa ikut πŸ™ Ya sudah, satu-satunya lokasi (yang saya tahu) di dekat situ adalah kompleks Asri Medical Center (AMC). Beberapa waktu sebelumnya saya pernah singgah di AMC untuk mengikuti acara seminar parenting tentang kesehatan mata anak.. dan saya lihat ada Hoka-Hoka Bento resto di situ. Di situ kali ya yang enak? Saya masih berpikir, memilah tempat. Sementara mbak Pu sepertinya ingin menikmati lesehan Malioboro. Hehe.. setahu saya yang namanya lesehan Malioboro lumayan mahal dibandingkan nasi kucing di angkringan terdekat πŸ˜† Itulah mengapa setelah tawar menawar terjadi di antara kami (tentunya via SMS :mrgreen:), maka diputuskanlah kami bertemu di Hokben AMC seberang SMA 1 Yogyakarta. Enak kali ya kalau bisa ketemuan pas makan malam. Ya, ndak usah malam, petang saja sekitar pk. 18.30 atau 19.00 kan tidak masalah.Β Cuma gimana mbak Pu-nya… ❓ Β *bingung maneh!

***

9 Mei 2012. H-1. Saya masih saja mencari bala bantuan *lhoo.. maksudnya? Ya biar saya ndak kopdar berdua saja. Mana seru ya! ❗ Β Oh ya, saya ingat.. Sehari sebelumnya saya sempat kirim message via fb menanyakan nomor ponsel seorang blogger WeBe yang dulu jaman saya kopdar pertama dia (rada) kecewa karena ndak diajak. Siapa? Siapa lagi kalau bukan si bocah petualang, Elok Faaiqoh. Saya kabari juga dia, tapi masih… Menunggu dan menunggu.. menunggu keputusan dari Mbak Pu juga menunggu tambahan peserta.. Hm, nasib koordinator kopdar πŸ™

***

10 Mei 2012. Pagi itu saya super ribet. Maklumlah ada jadwal mengajar les pagi di Purwomartani, Kalasan. Setelahnya berangkat ngantor. Kalau malamnya kopdar, sementara jadwal ngantor sampai pk 16.00.. itu berarti saya ndak akan sempat pulang-pergi. Nyrepeg, begitu istilah kami. Itulah mengapa saya sudah siap dengan pakaian ganti dan alat mandi :mrgreen: Eh, ndak tahunya… Kamis siang, akhirnya Mbak Pu memberi kabar. Bertemu pk. 17.00? Eh.. apa Mbak Pu ndak capek, barusan kelar diklat langsung kabur untuk kopdar? Katanya sih enggak apa-apa.. Wah, alamat batal mandi di kantor πŸ˜›

Langsung saja jari dan jempol tangan bergoyang, SMS pun saya kirim ke beberapa sobat blogger. Sayangnya, tidak ada pertanda bahwa peserta akan bertambah. Faa? Dia juga tidak bisa karena jam segitu dia belum pulang. Ya wislah, piye maneh.. πŸ˜₯

Pk 16.00. Kantor bubar. Di luar gedung bunyi sempritan sekuriti kampus bersahutan, tapi saya masih ubek sana-sini. Hanya ganti baju dan cuci muka, ndak sempat mandi. Langsung ngacir seadanya ke Jl. HOS Cokroaminoto. Maaf ya, Mbak Pu kalau saya rada asem 😳 :mrgreen: Di tengah perjalanan, saya sempat mengirimkan SMS sedangΒ on the way. Khawatirnya, mbak Pu lebih dulu datang dan menunggu. Kan ndak enak ya, masa si koordinator telat.. apa kata Naga Bonar? πŸ˜€ Rupanya mbak Pu juga sedang dalam perjalanan. Pfiuh.. untung saya memberi kabar. Maklumlah kalau jam bubaran kantor begitu jalanan suka penuh, padat merayap.. dan olalaaa.. BENAR kan! Traffic jam menjebak saya di kawasan Pingit (depan perpustakaan daerah) πŸ˜₯ Haduuh, maapkeun ya, Mbak Pu.. πŸ™

Sekitar pk. 17.15. Alhamdulillah, saya dan Ezy merapat dengan selamat di parkiran depan AMC. Mana ya mbak Pu? Saat saya thingak-thinguk, mengedarkan pandang danΒ mencari-cari; dari kejauhan saya melihat seorang perempuan berkerudung dan berkacamata turun dari sebuah becak. Yang ia lakukan sama, tengok kanan-kiri seolah mencari seseorang. Wah.., sepertinya itu mbak Pu. Pandangan kami bertemu, senyum saya melebar..

“Mbak Pu ya?” tanya saya sambil mendekat.

“Phie?” jawab mbak Pu.

Yes.. Ahahaha.. Alhamdulillah, akhirnya bertemu juga dengan mbak Pu. Sayangnya saya hanya sendiri.

“Yang lain mana, Phie?” tanya mbak Pu.

Dengan berat hati saya ceritakanlah itu teman-teman yang terpaksa tidak dapat datang. Kami ngobrol sambil jalan. Mau masuk ke Hokben, mbak Pu bilang belum lapar. Akhirnya tujuan pertama kami: toilet! πŸ˜† Kami pun masuk ke AMC berputar-putar mencari toilet. Setelah bertanya kepada seorang mbak-mbak, kami pun ditunjukkan lokasinya. Sambil menunggu mbak Pu, saya kirim beberapa SMS ke teman-teman yang tidak bisa kopdar. Puch.. jelas tergambar dia kecewa. Ari Tunsa? Saya mah laporan saja (baca: ngiming-ngimingi) sama blogger Pekalongan yang nyasar jadi blogger Bali itu soal kesan pertama saya, mbak Pu ternyata orangnya tinggi :mrgreen:

“Seberapa tinggi, Mbak? Salam ya buat mbak Pu” jawab Ari.

Mbak Pu tinggi, untuk ukuran gadis mungil seperti saya.. perkiraan tinggi mbak Pu adalah 160 sampai 170-an cm. Coba nanti kita lihat pengakuan mbak Pu saja untuk kepastiannya πŸ˜€

di depan warung Mie Ceker AMC
di depan warung Mie Ceker AMC

Usai dari toilet, terus? Mengedarkan pandang sana-sini lalu kepincut dengan sebuah warung mie, Mie Ceker AMC. Langsung pesan menu pembuka. Lhoo, katanya ndak lapar? Hehe.. untuk segelas minum dan salad buah, perut kami masih cukup koq πŸ˜†

Nah, sambil menunggu menu diantar, obrolan pun kami lanjutkan. Ringan saja, ngalor-ngidul ngomong soal teman-teman blogger WeBe, jugaΒ pengalaman mbak Pu kopdar dengan blogger lain.

“Aku sih lebih suka kopdar begini, Phie..” kata mbak Pu.

Mbak Pu dulu pernah ikut kopdar besar, tapi menurutnya kurang berkesan,

“… pada akhirnya juga ngumpul masing-masing dengan yang dikenal..” tambah mbak Pu.

Hm, ya ya ya.. tiap orang punya hak untuk memilih cara. Saya juga lebih suka bertemu dengan cara sederhana semacam ini, lebih akrab dan kesannya lebih mengena. Namun, bukan berarti kopdar besar untuk skala regional atau nasional juga tidak penting. Saya pikir kalau kita bisa menjalin silaturahim dengan blogger dari seantero Indonesia, mengapa tidak? Ini hanya soal cara, tidak perlu diperdebatkan.. pizz ah ^^V

Jadi bagaimana dengan menu appetizer kami? Ini dia semangkuk salad buah dan dua gelas Black milkshake ala Mie Ceker AMC.

salad buah kami.. yuummy.. :D
salad buah kami.. yuummy.. πŸ˜€
Mbak Pu dan menu kopdar kami, Black milkshake
Mbak Pu dan menu kopdar kami, Black milkshake

Apa yang terjadi kemudian? Sebelum melafadzkan bismillah dan makan koq sudah berfoto ria..? Mungkin itu yang membuat dua orang (sejoli) di meja sebelah memperhatikan tingkah kami. Hehehe.. maap ya, Mbak, Mas.. ya beginilah kalau blogger sedang kopdar, apa-apa difoto πŸ˜† Pokoke makin lama, obrolan makin seru. Tema utama masih seputar komunitas Warung Blogger. Yang aktif nongol dan gelar lapak pasti kami hafal. Mbak Pu sendiri karena kesibukan, tidak bisa terlalu sering nyambang ke WeBe. Tema lain yang kami bahas adalah soal proyek antologi puisi Poetry Hujan. Kami para peserta tentunya sudah menunggu-nunggu bagaimana kepastiannya.

“Iya, Phie.. Bunda Yati juga nanyain tuh..”

Hehehe, rupanya tidak hanya saya yang penasaran. Sebenarnya kalau Nandini kala itu datang, obrolan kami soal proyek antologi itu akan lebih seru. Kabarnya Nandini kan juga akan membukukan kisah Bahasa Cinta.. Nah, singkat ceritanya mbak Pu masih belum ada gambaran soal penerbitan buku indie. Belum lagi banyaknya puisi yang masuk mencapai ratusan, membuat mbak Pu kebingungan bagaimana mesti menyortirnya. Mengerti, saya mengerti kesibukan seorang ibu Β muda dua anak yang sekaligus bekerja.Β Pantas saja pernah suatu ketika mbak Pu meminta saya jadi penanggung jawab produksi. Hohoho.. saya memang kerja di redaksi, tapi redaksi jurnal ilmiah. Soal layout mungkin saya bisa membantu, cuma untuk urusan pembiayaan produksi bagaimana?

“Kalau di redaksi saya itu oplah ke percetakan 300 ekslempar, tebal sekitar 5o halaman, kertas A4 80 gram, layout cover ditangani percetakan bahan dari kita.. itu setidaknya 6 sampai 7 juta, Mbak..”

Hm, obrolan mendadak jadi berat.. tapi, setidaknya saya berharap itu bisa digunakan sebagai gambaran. Kalau ada sponsor penerbit yang mau mendukung, atau katakanlah dari tiap peserta mau menjadi donatur, mungkin akan lebih ringan prosesnya. Hmm.. berpikir sedikit lebih keras membuat perut lapar :mrgreen: Mbak Pu bilang mau pesan siomay,

“Mau, Phie?” tanya mbak Pu.

“Boleh, Mbak..”

Maka, kami berdua pun masuk untuk pesan menu utama. Sambil menunggu? Foto-foto lagi aaah.. πŸ˜€ Voila, ini dia duet maut beraksi!

Mbak Pu & me: duet maut :P
Mbak Pu & me: duet maut πŸ˜›
(sok) terpana..
(sok) terpana.. πŸ˜€

Kali-kali saat itu bukan cuma sepasang sejoli yang geleng kepala melihat kami beraksi. Lha, gimana ndak? Kami berdua minta tolong difoto oleh salah seorang pramuniaga. Ampun deh, Mas. Kami ini adalah dua orang blogger istimewa, jadi boleh donk kami bergaya.Β Woalaah.. πŸ˜†

Lalu? Begitu puas difoto, kembalilah kami ke meja.. menanti dua piring siomay pesanan. Hmm, lapaar.. :mrgreen: Nah, ini dia siomaynya. Setelah dirasakan hingga suapan terakhir, 2 jempol deh.. maknyuss!

menu utama: siomay
menu utama: siomay

Usai menyantap siomay, sholat Maghrib dulu. Mbak Pu mengantar saya mencari mushola. Ada di lantai dua AMC. Untunglah kami tidak perlu bertanya, petunjuk jalan sudah cukup jelas. Karena kala itu hanya saya yang berkewajiban sholat, maka tas dan jaket saya titipkan ke mbak Pu. Sekitar 15 menit kemudian, kami turun dari lantai dua dan berpisah. Ya, mbak Pu harus belanja oleh-oleh, makanya ndak bisa lama-lama. Kami pun berpisah di halaman AMC pas sekali dengan suara kumandang adzan Isya. Becak yang tadi mengantar mbak Pu masih setia menunggu. Terima kasih ya, Mbak atas kopdar kita sore itu. Juga atas bonus kopdarnya.. Maaf, saya malah kelupaan ndak menyiapkan apa-apa, insyaAllah lain kesempatan, semoga. πŸ™‚

bonus kopdar dari mbak Pu
bonus kopdar dari mbak Pu

33 thoughts on “Kopdar Kedua: Nyasar di AMC HOS Cokroaminoto

  1. OMG..masih ada siomay di sini? tadi barusan ke blog yg lain..ada siomay jg..huhu

    mba phiee…. kopdarnya wlo berdua ttp yah seru..
    kapan aku bisa kopdar di Jogja..

    1. OMG.. 😯 siomay sedang mewabah di mana-mana, Mbak Melly.
      ga maksud lhoo, kan saya ditawarin sama mbak Pu :mrgreen:

      kopdar di Jogja? ayoo.. kapan-kapan ke Jogja kasih kabar saja. kita bikin kopdar yang seru!! πŸ˜€

  2. Aahh…senangnya bisa kopdar, sama aku kapan Phie? hehehe.. udah lama nih ga ketemu teman2 ngeblog, kangen.

    Dan, siomaynya berhasil bikin laper Phie πŸ˜€

    1. menyenangkan memang ketemu sohibblog, Teh Orin πŸ™‚
      hayoo, kapan ke Jogja? eh.. mau siomaynya, Teh? sok atuh diambil saja hehe πŸ˜†

    1. weeh, ketagihan..! πŸ˜›

      iya, ngobrol juga tentangmu, Ri.
      “Eh, Ari kan lumayan aktif di WeBe. Seru ngobrol sama dia, Mbak. Dia blogger pertama yang akrab sama saya,” kata Phie, “Iya, tapi aku ga nyangka ya ternyata dia ikhwan gitu.. Jenggotan”
      πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜† πŸ˜†

    1. yee, kan itu semua relatif, Ri πŸ˜€
      tinggi menurutku, belum tentu menurutmu.

      dua sejoli? duet maut kaleee.. kata pakdhe Cholik mah nyanyinya iwak lumba-lumba, padahal adanya iwak ceker hihihi :mrgreen:

    1. enak dunk, kan dak bilang maknyuss ta? mau pa? besok kalau jadi Juni ke Jogja, kita mampir ke AMC.. tapi btw, itu lumayan jauh lhoo dari bandara, eh.. memangnya ada ya pesawat dari Pekalongan yang bisa mendarat di bandara Adisucipto? πŸ˜› *kabuuur

    1. hahahaha.. Kang Lozz!
      akhirnya nongol juga, hayooo ke mana aja?
      kemarin juga kami ngobrolin njenengan lhooo πŸ˜†
      beng-beng nya udah dak maem ki piye? πŸ˜›

    1. hai, Riana.. salam kenal πŸ™‚
      oh, masa belum pernah kopdar sih? rasanya seru lhoo *pamer πŸ˜€
      kalau ga disangka berarti hmm, mendadak kopdar itu πŸ˜†

    1. Salam hangat dari kaki Merapi, Pak Isro πŸ˜€
      Iya, lama sekali tidak saling menyapa tahu-tahu saya dikontak Mbak Pu. Senang rasanya bisa kopdar.
      Pak Isro apa kabar? Maaf, semalam saya online fb via ponsel jadi tidak bisa langsung mengklik moderasi πŸ™‚

  3. phi…waduh…mbak pu malahan belum bikin laporan kopdar kita itu,maaf ya say…
    mbak pu seneng bgt ama jogja, cinta, kotanya enak, adem, menyenangkan. walopun udah ada mal juga tapi tetep suasananya msh kaya dulu. mbak pu juga makan angkringan loh phi…
    kapan ya aku ke jogja lagi..semoga segera deh…biar ktemu phi lagi..
    salam ya phi

    1. hihihi yang dibicarakan akhirnya nongol! :mrgreen:
      ndak apa, Mbak. Jogja memang begitu asri & menyenangkan *promosi
      siiplah.. pokoknya selama saya masih di Jogja, silakeun kontak, Mbak πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *