Oleh-Oleh #NgabuburitASIk: ASI dalam Perspektif Islam dan Medis (bagian 2 – habis)

Hai, Sahabat! Awal pekan ini saya akan menyambung postingan #NgabuburitASIk bagian pertama. Punten, ya, kalau agak lama. Maklum, draft tertumpuk di folder. Hehehe 😛

Baiklah, segera saja kita sambung, ya! 😉

Materi sesi ketiga #NgabuburitASIk disampaikan oleh Bunda Francisca dari AIMI Jogja. Sesi ketiga ini mengupas tentang 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusu.

Namun sebelumnya, Bunda Cisca mengatakan bahwa ASI ekslusif hanya salah satu bagian dari  standar emas nutrisi bayi menurut WHO. Karena beliau tidak memaparkan secara detail, maka saya kutipkan apa-apa saja yang dimaksud dengan standar emas nutrisi bayi tersebut. Penjelasan materi ini saya kutip dari website AIMI (link: http://aimi-asi.org/ulasan-poling-mei-2011-standar-emas-makanan-bayi/).

Ada 4 (empat) hal yang dijadikan standar oleh WHO, yaitu: 

  1. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan rawat gabung

IMD penting karena memungkinkan bayi mendapatkan manfaat dari kontak kulit pertama dengan ibu, dimana bayi akan terpapar bakteri baik dari ibu yang TIDAK BERBAHAYA dan bakteri tersebut kemudian membentuk koloni dalam usus bayi yang bertugas memerangi bakteri lainnya yang jahat.

Dengan IMD, bayi akan mendapatkan kolostrum (liquid gold) yang mengandung zat kekebalan terutama IgA yang berfungsi melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare. IMD membantu memantapkan insting menyusu pada bayi dan pelekatan mulut bayi pada payudara sehingga dapat meningkatkan berat badan bayi secara maksimal. IMD juga dapat mengurangi tingkat kematian bayi hingga 22%.

Rawat gabung penuh selama 24 jam sehari diperlukan untuk memastikan proses menyusui dimulai secara optimal. Dengan rawat gabung, ibu bisa beristirahat sambil tetap menyusui sesuai keinginan bayi, sehingga mencegah pemberian cairan prelakteal. Rawat gabung juga membuat bayi lebih tenang. Bayi yang sering terlanjur menangis akan lebih mudah menolak payudara walaupun lapar.

  1. ASI eksklusif sejak lahir hingga usia 6 bulan

ASI eksklusif adalah menyusui bayi tanpa memberi asupan/tambahan apapun selain ASI, bahkan tidak juga air putih.

Mengapa harus ASI eksklusif selama 6 bulan pertama? Karena kalori dari ASI memenuhi 100% kebutuhan bayi yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, air, garam, gula dan semua zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh bayi. Selain itu ASI mengandung zat hidup yang tidak dapat ditiru oleh cairan manapun, seperti sel darah putih (antiinfeksi), enzim pencernaan, dan hormon pertumbuhan.

  1. MPASI (makanan pendamping ASI) berkualitas sejak 6 bulan

Yang dimaksud MPASI berkualitas adalah makanan buatan rumah yang memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi bayi, dari bahan baku lokal dan harga terjangkau.
Mengapa? Karena saat bayi berusia 6–12 bulan ASI memenuhi 70% kebutuhan kalori bayi, sehingga bayi butuh tambahan dari asupan lain. Sangat dianjurkan untuk memberikan MPASI buatan sendiri karena lebih mampu menjaga kandungan gizi alami, mikronutrien serta bioavalabilitas makanan.

  1. ASI diteruskan sampai 2 tahun atau lebih

Mengapa pemberian ASI diteruskan setelah anak berusia setahun? Karena meskipun jumlah kalori diberikan oleh ASI hanya sekitar 30% namun zat immun yang diberikan dari ASI justru meningkat. Zat ini berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Meningkatnya zat immun adalah sesuai dengan kebutuhan anak, dimana anak pada usia ini sudah lebih banyak aktivitas dan interaksi dengan lingkungan, sehingga rawan infeksi kuman.

sesi ketiga: Bunda Cisca in action
sesi ketiga: Bunda Cisca in action

Selanjutnya, Bunda Cisca memaparkan tentang 10 langkah seperti yang telah saya singgung di atas. Apa saja? Sepuluh langkah tersebut dibagi menjadi dua, yaitu 5 (lima) langkah sebelum bayi lahir dan 5 (lima) langkah setelah bayi lahir.

Lima langkah sebelum bayi lahir, yaitu:

  1. Cari info tentang ASI sebanyak-banyaknya
  2. Bentuk tim sukses menyusui (suami sebagai ketua tim, anak dan keluarga sebagai anggotanya)
  3. Bertemu konselor menyusui
  4. Belanja fasilitas dan tenaga medis (klinik/rumah sakit, dokter, dan konselor) yang sayang bayi dan pro ASI
  5. Komitmen

Lima langkah setelah bayi lahir, yaitu:

  1. IMD dan rawat gabung, bila tidak ada kondisi gawat darurat. Ibu yang melahirkansecara caesar sectio bisa tetap IMD.
  2. Menyusu semau bayi, tidak saklek 2 jam sekali. Forget about the number!
  3. Tidak memberi bayi makanan/minuman selain ASI, kecuali atas indikasi medis
  4. NO DOT dan EMPENG! Mengapa? Karena secara filosofis, menyusui adalah memberi pelajaran bahwa bayi pun harus berupaya dulu sehingga bisa mendapat ASI dari ibunya. Untuk mengeluarkan ASI, bayi menggerakkan setidaknya 10 otot, tetapi dengan empeng/dot cukup 2 otot wajah saja yang bekerja. Misal tidak memungkinkan menyusui, perah ASI. ASI perah dapat diminumkan dengan 4 cara: dengan cupfeeder, gelas sloki, sendok, atau pipet.
  5. Ikut kelompok pendukung ibu menyusui

Usai sesi ketiga, dibukalah sesi diskusi. Dari sekian pertanyaan, saya mencatat dua hal penting.

1. Bagaimana mengetahui si bayi cukup ASI?

dr. Riska menjawab bahwa ada beberapa tanda yang dapat dilihat, di antaranya berat badan naik, buang air kecil setidaknya 6 kali dalam 24 jam. Bayi rewel tidak selalu menjadi isyarat terpercaya ASI tidak cukup.

2. Bagaimana pendapat pemateri (Hj. Eny) mengenai klausul donor ASI?

Hj. Eny menjawab bahwa donor ASI boleh diberikan oleh ibu yang sehat fisik, mental, dan tidak sedang hamil. MUI membolehkan donor ASI lintas agama, tetapi sebaiknya dalam satu akidah. Selain itu, ibu donor ASI tidak boleh mengkomersialkan susunya.

Sebagai tambahan, untuk mengantisipasi terjadinya saudara sepersusuan, maka donor ASI hanya dilakukan pada  rentang waktu bayi umur 0 s.d. 2 tahun. Minim 5x menyusui, dan ibu dengan anak perempuan donor untuk bayi perempuan dan sebaliknya.

***

Setelah sesi diskusi berakhir dan tanda berbuka mengumandang, acara #NgabuburitASIk pun ditutup. Senang rasanya bisa berpartisipasi di acara semacam ini, apalagi kami para peserta dibekali beberapa leaflet dari AIMI tentang pedoman ibu menyusui; IMD dan tips sukses menyusui; ASI perah, cara memerah, dan menyimpannya; rekomendasi pemberian ASI, juga risiko pemberian susu formula dan MPASI dini.

leaflet dari AIMI
leaflet dari AIMI

Ah, tidak ada lain yang bisa saya sampaikan kepada AIMI, selain rasa terima kasih. Semoga kelak ilmu ini mendatangkan manfaat bagi kami semua. Aamiin. 🙂

Sekian oleh-oleh #NgabuburitASIk ini, semoga bermanfaat pula untuk Sahabat semua. Selamat ber-hari Senin. 😉

0 thoughts on “Oleh-Oleh #NgabuburitASIk: ASI dalam Perspektif Islam dan Medis (bagian 2 – habis)

  1. Alhamdulillah Mbak.. Anak Saya dua-duanya dapat ASI dua-duanya eksklusif sampai 6 bulan ditambah lanjutan sampai akhirnya dia punya adik lagi..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *