Bincang Investasi Reksa Dana Bersama @ManulifeRD

Hai, Sahabat! Sabtu, 30 April 2016 lalu, saya berkesempatan hadir di acara Bincang Investasi Reksa Dana bersama Manulife. Bertempat di Dixie Easy Dining, Jln. Affandi 40b, Gejayan; acara ini dihadiri oleh sekira 50 orang peserta. Saya sendiri datang karena ingin tahu lebih banyak soal investasi reksadana. Ya, walaupun sudah punya salah satu produk reksa dana Manulife, tapi saya pikir tidak ada kelirunya saya datang. Siapa tahu ada informasi baru. Jangan sampailah terlewat. Hehehe.

O ya, karena tema perbincangan adalah soal investasi, soal uang, bisa dipastikan suasananya semarak. Tentu saja!

Well, ingin tahu bagaimana keseruan acara init? Simak postingan ini sampai habis, ya. ūüėČ

*** 

Pagi itu saya turun agak tergesa dari kaki Merapi. Syukur alhamdulillah tidak terlambat. Arloji saya tepat menunjuk pk. 09.45 saat tiba di tempat parkir Dixie. Masih sepi. Baru terlihat sebaris sepeda motor terparkir rapi di bawah kanopi sisi selatan.

Segera saja saya bertanya kepada frontliner. Saya pun dipersilakan langsung naik ke lantai dua. Di depan ruang meeting, panitia telah siap sedia. Setiap peserta diwajibkan mengisi form kehadiran.

Lebih kurang setengah jam  kemudian, kami dipersilakan untuk menikmati sajian coffee break. Acara inti dimulai sekira pk 10.50. Beberapa di antara peserta, masih asyik dengan sajian coffee break, tetapi bukan berarti mengabaikan mak Indah Juli yang tampil membuka acara.

Sambutan pertama disampaikan oleh bapak Irfan dari Indonesia Stock Exchange (@IDX_BEI). Dalam sambutan singkat dan padat, beliau menekankan soal ‚Äėmerebut kembali Indonesia‚Äô. Bukan dengan cara demo ataupun kekerasan, melainkan dengan menguatkan literasi keuangan dan meningkatkan jumlah investasi.

sambutan dari pak Irfan IDX_BEI
sambutan dari pak Irfan IDX_BEI

Masih minimnya tingkat literasi keuangan, khususnya pasar modal, berefek terhadap jumlah penduduk Indonesia yang terjun ke dalam bursa. Dari 500.000-an investor yang menikmati keuntungan pasar modal Indonesia, 37% adalah investor lokal dan sisanya investor asing.

Dengan meningkatkan literasi keuangan di Indonesia (salah satunya dengan menggelar acara semacam ini), diharapkan makin banyak warga Indonesia yang tersadar bahwa menjadi investor lokal itu penting. Dengan berinvestasi berarti menyuntikkan tambahan kekuatan ekonomi kepada negara.

Hmm, mendengar sambutan tersebut, saya tercenung. Rupanya ini yang sedang digalakkan oleh pemerintah. Benar, Indonesia butuh berdikari, menjadi negara yang merdeka secara ekonomi.

 

Bincang Investasi Reksa Dana

Materi inti dari acara disampaikan oleh pak Surya Hadinata dari Manulife Asset Management Indonesia (MAMI). Sebagai permulaan, sebuah video bertema ‚Äėmengapa masih menunda investasi?‚Äô diputar.

Meliat video tersebut, saya tersadar kembali. Bahwa mempersiapkan masa depan baik-baik itu sangat penting. Dua di antaranya, karena kelak kita akan sampai pada masa pensiun, juga karena kita tidak bisa lepas dari inflasi, si silent robber.

Karena inflasi inilah, kelak biaya hidup akan terus meningkat. Melalui beberapa grafik tren peningkatan biaya, pak Surya mengingatkan peserta untuk tidak lagi menunda berinvestasi.

materi pertama oleh pak Surya Hadinata dari Manulife
materi pertama oleh pak Surya Hadinata dari Manulife

 

Strategi 3i

Lalu, harus bagaimana memulai berinvestasi? Manulife punya strategi 3i, yaitu:

Insyaf. Menginsyafi alias menyadari bahwa kebutuhan makin meningkat akan mendorong kita untuk memulai investasi. Bayangkan saja kenaikan kebutuhan di masa depan–inflasi ekonomi per tahun 4,5%, kenaikan inflasi pendidikan per tahun 20%, inflasi kesehatan 15%–; maka kita¬†akan berpikir ulang¬†saat hendak membelanjakan uang untuk keinginan sesaat.

strategii 3i
salah satu strategi 3i: insyaf

Irit. Dicontohkan dengan pengelolaan keuangan berdasar porsi yang tepat dan tidak lagi menempatkan uang sisa penghasilan di tabungan. Begitu penghasilan didapat, sisihkan dulu untuk ditabung, baru sisanya dimanfaatkan untuk kebutuhan lain.

Investasi.  Bukankah berinvestasi itu berisiko? Memang. Investasi bisa untung, bisa juga rugi. Tapi kalau tidak berinvestasi, jelas akan rugi di masa depan. Padahal, menabung saja tidak cukup. Sebagai contoh, setiap bulan kita sudah menyisihkan uang di tabungan. Tanpa investasi, jumlah uang di tabungan bisa saja besar, tetapi 20 tahun lagi kemampuan belinya belum tentu sama dengan nilai uang saat ini. Itulah yang dinamakan dengan faktor penurunan daya beli akibat inflasi.

Kita mengenal beberapa jenis investasi, misalnya emas, reksa dana, deposito, sukuk ritel, properti, dsb. Kitalah yang mesti cerdas memilih mana yang pas dengan kemampuan kita. Misalnya, jika kita saat ini baru memiliki dana Rp2,5 juta, tidak mungkin bukan jika kita memaksakan berinvestasi di bidang properti yang minim butuh dana Rp100 juta?

 

Investasi Reksa Dana = Investasi Rujak?

Dari sekian jenis investasi, reksa dana hadir sebagai salah satu pilihan investasi cerdas. Untuk menjelaskannya, pak Surya mengibaratkan investasi reksa dana seperti investasi rujak. Bagaimana bisa?

reksadana diibaratkan seperti rujak
reksadana diibaratkan seperti rujak

Jika kita ingin makan bermacam buah dengan rasa pedas sesuai keinginan, tetapi uang di kantong hanya ada selembar Rp10.000,00. Pasti bisa! Membeli reksa dana pun hampir mirip dengan beli rujak, lho!

Dengan nominal mulai Rp100.000,00 saja, kita sudah bisa berinvestasi ke beberapa jenis ‘buah’ investasi, misalnya ke ‘buah’ saham, ke ‘buah’ obligasi, dan ke ‘buah’ deposito. Kita juga bisa menyesuaikan ‘level pedas’ risiko serta tujuan investasi (yang ini berhubungan dengan jangka waktu investasi).

Berdasar risikonya, reksa dana dibagi menjadi empat jenis: RD pasar uang, RD pendapatan tetap, RD campuran, dan RD saham. Makin tinggi return-nya, makin tinggi pula risikonya. Begitu juga sebaliknya. Yang perlu kita pahami, jika terjadi kenaikan/penurunan harga NAB sewaktu-waktu, itu hanya bersifat di atas kertas. Selama uang yang kita simpan di akun RD tersebut tidak kita cairkan, maka masih ada potensi kenaikan di waktu berikutnya.

 

Reksa Dana, Alternatif Investasi yang Unggul

Dari penjelasan ‘investasi rujak’ sebelumnya, mungkin di antara kita masih ada yang belum paham soal reksa dana.

“Masa iya, dengan Rp100.000,00 saja kita bisa memulai investasi?”

Memang bisa. Reksa dana merupakan kumpulan dana dari masyarakat yang dipercayakan kepada para profesional untuk dikelola. Berbeda dengan investasi lain yang dikelola secara individual.

Meski terlihat ribet, sebenarnya reksa dana termasuk Investasi unggul. Mengapa? Berikut Ini alasannya:

  1. Terjangkau. Resa dana dapat dibeli dengan harga mulai Rp100.000,00.
  2. Memanfaatkan potensi pasar modal.
  3. Diversifikasi. Setiap portofolio reksa dana merupakan ‘hasil ramuan’ yang terdiri dari beberapa aset.
  4. Mudah, Investor tidak perlu repot, pengelolaan investasi dilakukan oleh para profesional di bidang investasi
  5. Aman. Dikelola oleh Manajer Investasi, diadministrasi oleh Bank Kustodian, dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (dulu Bapepam).
  6. Bukan objek pajak. Hasil investasi RD tidak dipotong pajak.
  7. Likuid. RD bisa dicairkan kapan saja.
keunggulan reksa dana
mengapa mesti reksa dana? karena reksa dana unggul

 

Beli Reksa Dana Online?

Nah, sekarang kalau kita sudah merasa bahwa memiliki portofolio investasi itu penting; harus ke mana membeli reksa dana?

reksa dana Manulife saat ini bisa dibeli secara online

Reksa dana Manulife saat ini sudah dapat dibeli secara online melalui alamat www.klikmami.com. Pak Harry Hakim – Digital Marketing Manulife menjelaskan kepada kami melalui demonstrasi. Yang dibutuhkan oleh pendaftar hanya tiga: KTP yang masih berlaku, alamat e-mail (dan koneksi internet, tentu saja), nomor ponsel.

Ternyata tidak seribet seperti saat saya mendaftar reksa dana dua tahun lalu, hihihi.

Sistem di klikMAMI sendiri tergolong masih baru. Acara launching-nya dilaksanakan di Bandung pada tanggal 23 April 2016 lalu. Jogja merupakan kota kedua yang dijadikan tujuan perkenalan sistem reksa dana online ini.

Bagi para investor, pembelian reksa dana di klikmami.com dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu Mandiri ClickPay, Indosat Dompetku, dan transfer bank.

Masih bingung? Jangan khawatir, Manulife menyediakan panduan pengguna yang bisa diunduh. Jadi, kita bisa mempelajari klikmami.com meski tidak terkoneksi ke internet. Jika ada pertanyaan lain, silakan minta bantuan customer service Manulife.

klikmami, panduan
panduan penggunaan klikmami yang bisa diunduh

***

Nah, banyak juga kan informasi yang didapat? Gak rugi pokoknya saya datang ke acara Bincang Investasi Reksa Dana bersama Manulife.Terima kasih, Manulife. ūüôā

seluruh peserta bergambar bersama di akhir acara

Jadi bagaimana, Sahabat? Tertarik menjadi investor? Saya sudah punya reksa dana Manulife, lho. Bagaimana dengan Sahabat? ūüėČ

1 thought on “Bincang Investasi Reksa Dana Bersama @ManulifeRD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *