Satu hal yang bisa saya lakukan sebagai pribumi Sleman adalah bersyukur. Bersyukur karena meski saya tinggal di daerah pinggiran, tetapi tak membuat saya kehilangan akses terhadap kegembiraan. Lantas ‘gembira ‘ macam apa yang saya maksud? Tentu saja, ‘gembira’ yang sederhana dan secukupnya; yaitu kegembiraan karena saya bisa mengakses pasar tradisional. Sekali lagi, pasar tradisional, ya,
Penulis: Phie
Di Balik #RI70: Balada Paduan Suara
Tahun ini boleh dibilang tahun nekat buat saya. Lha gimana enggak? Seingat saya, terakhir kali saya naik pentas sebagai dirigen paduan suara adalah tahun 2003; itupun menggantikan posisi Ning yang sakit pas hari H. Selepas tahun 2003, saya hanya berani mengurusi anak-anak di belakang layar, terutama saat latihan. Sesekali memberi mereka kejutan dengan suara lantang
Lapangan Denggung
Bicara soal ruang publik, salah satu ruang publik di Sleman berada di tepi Jalan Magelang km 9 (sekitar kompleks Pemerintah Kabupaten Sleman). Ya, inilah Lapangan Denggung. Beberapa warga Sleman menyebutnya dengan ‘alun-alun’, atau ada juga yang mengistilahkan dengan ‘taman kota’. Menurut saya, penyebutan ini tidak ada yang keliru; toh istilah ini mengacu pada tempat yang
Taman Nasional Gunung Merapi
Mengunjungi Sleman, tidak akan lengkap jika belum singgah di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM).Taman nasional yang terletak di bagian ujung utara Kabupaten Sleman ini, menyimpan banyak kisah. Mulai dari udara yang sejuk, air dingin nan jernih, hutan yang hijau, keriangan burung-burung dan satwa liarnya, hingga kisah pilu saat Merapi mengalami erupsi. Sisa-sisa erupsi besar tahun