Halo, Sahabat! Setelah beberapa hari lalu saya berkisah tentang Pasar Randualas, kini saatnya menyambung kisah tentang Pasar Pakem. Sebelumnya, saya pernah berkisah tentang pasar besar di Sleman utara ini di event #30HariKotakuBercerita. Penasaran? Silakan mampir di Pasar Pakem, Secuplik Kisah. Seperti yang pernah saya tulis di postingan tersebut, Pasar Pakem menggoreskan kenangan tersendiri bagi saya,
Kategori: Cinta Pasar Tradisional
Saya Cinta Pasar Tradisional: Pasar Randualas
Sedari kecil Ibu tidak pernah mengajak saya pergi jalan-jalan ke mal. Yang ada, jalan-jalan ke pasar tradisional. Mungkin karena kami tinggal di pinggiran utara Jogja (sekitar 30 s.d. 45 menit perjalanan dari rumah ke pusat kota). Mal baru ada di pusat kota. Lagipula, Ibu saya itu orangnya suka ngirit. Daripada ongkos habis sebelum berbelanja, lebih
Pasar Pakem, Secuplik Kisah
Satu hal yang bisa saya lakukan sebagai pribumi Sleman adalah bersyukur. Bersyukur karena meski saya tinggal di daerah pinggiran, tetapi tak membuat saya kehilangan akses terhadap kegembiraan. Lantas ‘gembira ‘ macam apa yang saya maksud? Tentu saja, ‘gembira’ yang sederhana dan secukupnya; yaitu kegembiraan karena saya bisa mengakses pasar tradisional. Sekali lagi, pasar tradisional, ya,