Poetry Hujan: Nyanyian Petang

Aku masih di sini menekuri batas cakrawala ketika suhu ruangan tlah makin menurun Tiada lagi yang bisa melukiskan biru langit-MU Yang ada hanya senandung merdu yang kini sedang KAU curahkan Tumpah Memandu gendang telingaku tuk lagi-lagi mengakrabinya Hujan

Pelangi, si Lebah Madu

Ufuk timur memerah Kulihat sahabatku Mentari menggeliat perlahan Menyapaku ramah “Selamat pagi, Pelangi!” Tentu, dengan riang akan kusapa kembali ia “Hai, selamat pagi Mentari..!!” Begitulah pagi di sepanjang hidupku Bila ia tiada muncul Hariku akan bermuram sungguh Pelangi, itulah namaku Seekor lebah madu Kuhabiskan waktu di kebun hijau milik Pak Danu Rindangnya pohon kapuk randu

Oleh-oleh 8 Windu Fakultas Pertanian

Lelaki dan Perempuan Senja yang Membuka Masa Depan Persembahan bagi pribadi yang tak lekang oleh peradaban Matahari berjingkat di atas cakrawala, menebar jarum-jarum cahaya sesaat pagi terbuka. Tertegun aku memandang lelaki dan perempuan senja usia menapak musim, menyusuri gersang padang lalang. Wahai, kulihat senyum tetap terkembang tak lekang digerus zaman. Aku kenangkan saat-saat engkau membuka