Kamis siang, 16 Februari 2012. Usai berkeliling di seputaran kampus Biologi dan MIPA bersama mbakyu Susi, kami berpisah di depan Fakultas Kehutanan. Hm, karena mbak Susi sedang shaum, ia kembali ke lab menjenguk “anak-anak”nya (baca: Helopeltis junior, Helopeltis = kepik pengisap buah kakao, red.), sementara saya? Alarm siang telah bergemerincing dari dalam lambung. Ya, saya
Kategori: Coretan
Mencintai atau Dicintai?
Pagi ini akhir pekan pertama di bulan ketiga. Saya baru saja membuka mata, Alhamdulillahilladzi ahyana ba’dama amatanaa wailaihinnusyur. Hujan, itu yang membuat tidur saya nyenyak semalaman. Tentu saja pagi di kaki Merapi menjadi lebih dingin dari biasanya. Hmm.. #mulet. Segera saya beranjak dari dipan, saya pun menuju meja kerja. Meraih ponsel yang memang saya bikin
Kisah di Balik Gambar: Suddenly in Love
Sore itu mata saya terbelalak membaca sebuah SMS darinya. “Jup, aku pengen nikah..” What??! 😯 Antara sadar dan tidak, saya menggaruk kepala yang tak gatal, berharap apa yang saya baca beberapa detik sebelumnya adalah adegan sebuah drama. Tapi, kira-kira saya mentas di mana? Kalau ini latihannya, lalu mengapa suara cut sang sutradara tak kunjung terdengar?
Dear Pahlawanku – Terima Kasih, Bung Atas Inspirasimu
Yogyakarta, 10 November 2011 Dear Bung Tomo, Seolah baru kemarin kami berjalan sembari berbincang menyusuri trotoar kawasan Malioboro. Semarak lagu perjuangan pun sepertinya masih sayup terdengar mengiring langkah Ning dan saya. Ada pameran seni dan hasil kerajinan dalam rangka Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) tahun 2011 di Museum Benteng Vredeburg. Mumpung hari itu libur Isra Mi’raj,