Kisah sebelumnya… Diaper oh, diaper.. Hm, saya mendadak galau… Klanduhan, mengapa nasibmu seperti ini? Dulu dikeruk diambil pasirnya secara besar-besaran. Tempat kami mencuci tikar itu dulu bentuknya serupa empang sedalam hampir 2 meter atau bisa jadi lebih. Sekarang rata, hanya beberapa batuan besar menjadi hiasan. Tidak ada deras air menari-nari seperti dulu. Belum lagi hadiah
Kategori: Inspirasi
Antara Ibu, Merapi, Buku, dan Phie
Bulan Desember, bulan terakhir dalam hitungan tahun masehi ini selalu punya makna bagi tiap perempuan di Indonesia, utamanya yang telah menjadi seorang ibu. Lepas dari kepentingan politik atau apa pun, bulan Desember telah lekat dengan seseorang yang istimewa. Ya, siapa lagi kalau bukan ibu? Bagi saya pribadi menjadi sulung dari seorang ibunda bernama kecil Heni
Pasukan Kuning nan Istimewa
Akhir pekan di minggu pertama bulan Desember ini, langit Jogja sering sekali mendung. Seperti juga jelang sore ini, titik hujan tiba-tiba terdengar menabuhi barisan genting rumah. Dengan sigap saya pun keluar menuju sumur, mengangkati jemuran. Hm, masih basah tapi terpaksa harus diangkat. Lepas kewajiban, pandangan mata saya pun beradu dengan dua kotak berisi makhluk-makhluk mungil.