Renungan Jalan Agro: Mom Please..

Hari telah menjelang petang saat aku tiba di sebuah traffic light. Jalan Agro, ya jalan yang melintang di sebelah utara Fakultas Kehutanan UGM. Cerahnya matahari masih menyisakan semburat jingga di ufuk barat, Subhanallaah, sungguh cantiknya. Sekawanan burung penghuni hutan kecil di dekat jalan itu pun terlihat berkeliling mencari tempat yang tepat untuk mendarat. Ah, mereka

Rachel Carson: When the Spring’s Silent

Siapa yang tak kenal dengan tokoh perempuan yang satu ini? Ia adalah satu di antara sekian banyak perempuan cemerlang di dunia. Hmm, bolehlah kita tak mengenal sosoknya karena hidup di zaman yang berbeda, tapi dari jejak tulisannya setidaknya kita bisa jauh lebih paham tentang manusia sebagai pemulia, pemakmur sekaligus pencetus kehancuran alam sekitar. Awalnya, saya

Berburu Inocarpus

Awal Maret 2010 Bulan ketiga telah masuk; kepalaku masih terfokus pada Klanduhan, kali yang memberiku begitu banyak kenangan indah semasa kanak-kanak. Ah, rencana mengajukan proposal sudah disusun dan teman-teman telah memberikan respon terbaik mereka. Bahkan mengagendakan penghijauan daerah aliran Klanduhan di kampungku sebagai program utama Kadang Anem. Senang sekali mendapat sambutan hangat semacam itu. Di

My Beloved Ezy

Ezy? Ya, Ezy. Perkenalkan ialah Ezy, sahabatku. Bukan manusia, bukan pula binatang peliharaan. Dialah Ezy, kuda besiku. Panjang cerita hingga ia menemani hari-hariku sampai detik ini. Dulu Ia berasal dari kota yang ramai, Jakarta, tepatnya Salemba, Jakarta Pusat. Pemiliknya yang kala itu masih berstatus mahasiswa memindahtangankan Ezy kepada Paklik Hari, adik ragil ibu yang kini