Cerita si Lalat

Siang selalu terasa panas di dalam ruang kerja redaksi Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia (JPTI). Jadi, ada kalanya aku punya alasan keluar-masuk tak tentu arah; seperti yang kulakukan di suatu siang di akhir bulan September 2010. Hm, sebuah telepon dari seberang gedung tempatku berdiam telah membujuk langkahku pergi, mengunci pintu ruang redaksi, dan bergegas menuju gedung

Start From a Big Zero

-Inilah Phie yang memulai segalanya dari NOL BESAR- Awal Agustus 2003, pukul 08.00 Hari heregistrasi semester 3 telah tiba. Aku sedang bersiap, menyelesaikan sarapan pagi ketika sebuah ketukan terdengar dari pintu depan. Tok..Tok..Tok.. “Assalamu’alaikum..!” Ibuku menemui tamu itu. “Eh, Mbak Mu’.. Wonten napa nggih?” tanya ibu kepada tamu yang ternyata Mbak Siti Mu’awanah. “Dik Jatu

Pelangi, si Lebah Madu

Ufuk timur memerah Kulihat sahabatku Mentari menggeliat perlahan Menyapaku ramah “Selamat pagi, Pelangi!” Tentu, dengan riang akan kusapa kembali ia “Hai, selamat pagi Mentari..!!” Begitulah pagi di sepanjang hidupku Bila ia tiada muncul Hariku akan bermuram sungguh Pelangi, itulah namaku Seekor lebah madu Kuhabiskan waktu di kebun hijau milik Pak Danu Rindangnya pohon kapuk randu