Yang Nyantol di Pos Cinta

Apa jadinya jika saya mengikut tantangan menulis surat cinta selama 30 hari berturut? Lepas dari seperti apa pendapat orang; bagi saya, itu hal yang menyenangkan. Itu juga berarti, saya bisa menyampaikan hal-hal yang lebih pribadi dengan cara lain dari biasanya. Awalnya saya ragu, mau mengirim surat untuk siapa? Kekasih saja tidak punya. “Ah, sebagai gantinya,

Soal Kado Cinta

Selamat datang, Maret! Alhamdulillah, akhirnya bisa lanjut lagi update postingan di Segores Pena Phie ini. Bulan lalu, saya konsen dengan proyek #30HariMenulisSuratCinta 2014. Sengaja saya mengikutsertakan Larik Syair dan syukur alhamdulillah, 2 Maret lalu proyek dari Pos Cinta ini resmi ditutup. Dari tiga puluh surat cinta yang saya tulis, ada beberapa yang terpilih. Kalau dilihat

Yang Ngaco dan Menang #PersembahanSkripsit

Bekerja di redaksi memang butuh hiburan, apalagi jika pikiran dan mata sudah terlalu fokus. Tanpa diselingi rehat, saya takkan sanggup bertahan seharian di habitat ruang redaksi. Akhirnya, linimasa twitter jadi bahan hiburan sekaligus pemicu keisengan (baca: kreativitas). Lalu, apa jadinya jika saya iseng? Paling-paling saya ngobrol, nyenggolin emak-emak yang hobi ngegosip *eh, atau juga mantengi

(Masih) Tentang Puisi

Beberapa hari lalu saya menyusuri linimasa @infosastra. Bukan iseng sih, ada hal-hal yang ingin saya tahu lebih banyak soal sastra. Bukan juga karena saya nyastra. Saya tidak pernah merasa begitu. Kalau saya sering berpuisi ria itu murni karena saya suka, itu saja. Namun, kebanyakan orang di luar sana sering menganggap lebih. Sering saya dibilang tersesat