Kisah sebelumnya… Diaper oh, diaper.. Hm, saya mendadak galau… Klanduhan, mengapa nasibmu seperti ini? Dulu dikeruk diambil pasirnya secara besar-besaran. Tempat kami mencuci tikar itu dulu bentuknya serupa empang sedalam hampir 2 meter atau bisa jadi lebih. Sekarang rata, hanya beberapa batuan besar menjadi hiasan. Tidak ada deras air menari-nari seperti dulu. Belum lagi hadiah
Penulis: Phie
perempuan angin | Ezy's riding mate | freelance tutoress | a part of scientific journal | emak-wannabe blogger
Hari Ibu: Si Pemanjat Pohon Belimbing
Sebuah potret masa lalu, konyol tapi gimana gitu… Ini adalah dokumentasi pribadi sekaligus dokumentasi penelitian. Susah senangnya saya dalam menyelesaikan tugas akhir (baca: riset S1). Foto diambil pada bulan Desember 2006 oleh adik tercinta, Wening Yuniasri, yang kala itu memang saya ajak mengambil sampel buah belimbing di BP2APH Ngipiksari, Kaliurang.
Antara Ibu, Merapi, Buku, dan Phie
Bulan Desember, bulan terakhir dalam hitungan tahun masehi ini selalu punya makna bagi tiap perempuan di Indonesia, utamanya yang telah menjadi seorang ibu. Lepas dari kepentingan politik atau apa pun, bulan Desember telah lekat dengan seseorang yang istimewa. Ya, siapa lagi kalau bukan ibu? Bagi saya pribadi menjadi sulung dari seorang ibunda bernama kecil Heni