Sabtu, 22 Januari 2011 Hari masih pagi saat kami berjalan beriring menuju ke Jl. Agro. Seperti biasa, selepas latihan teater bersama teman-teman TanpaNama di kampus kami biasa berkumpul untuk makan pagi di sebuah warung makan, Bubur Ayam Gadjah Mada. Hari itu meski arloji saya sudah menunjukkan pukul 09.00, tetapi menu bubur di warung tersebut masih
Penulis: Phie
Titip Rindu untuk Ayah
Langit Karang hampir memerah ketika ibu, adik, dan saya pulang menjenguk ayah. Bila hari cerah, seminggu sekali kami sempatkan menemui nisan beku beliau di Sasanalaya Candi. Ya, itulah yang kini tersisa dari sekian panjangnya kisah hidup beliau. Adalah Herdjito, nama ayah saya. Beliau lahir di Yogyakarta, 26 Juli 1952. Beliau dibesarkan di sebuah keluarga yang
Renungan Subuh: Sajadah yang Tersingkap
All you have to do is stay steady, no matter they acted Masih sangat jelas terbayang di pelupuk mata rabun saya kejadian di sebuah shaf kedua masjid At Tauwabin subuh tadi. At Tauwabin, masjid yang menemani saya mengenal Islam sejak kecil dan menjadi saksi perjalanan rohani seorang Phie. Pagi tadi untuk kali kedua, saya mengalami
Belajar dari FeMale: Sampaikan melalui Dongeng
Jumat sore yang cerah, Enaknya ngobrol apa ya? Hmm.. Saya punya sebuah tema, nyambung yang lalu. Masih soal anak-anak. Ya, tema kecil (sepertinya) dari dunia yang kecil pula, tetapi banyak hal di sebaliknya yang butuh perhatian besar. Sebagai (calon) orang tua, sudah sejak lama saya tertarik dengan dunia ini. Sejak saya tercebur sebagai tutoress pertengahan